Rencana besar ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengiriman tenaga kerja terampil ke pusat industri terbesar di Uni Eropa. Untuk menjamin efektivitas program di lapangan, pemerintah secara khusus memberikan mandat kepada sektor swasta untuk mengawal teknis pelaksanaannya.
Pihak kementerian menilai keterlibatan asosiasi pengusaha sangat penting untuk menjembatani kebutuhan industri di Jerman dengan ketersediaan tenaga kerja di tanah air. Oleh karena itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia diminta untuk mengambil peran sentral sebagai koordinator utama dari sisi dunia usaha.
"Tadi saya minta langsung kepada Ketua Umum Kadin untuk mengorganisir hal tersebut," kata Airlangga.
Dalam momen pertemuan dengan delegasi Jerman, Kadin Indonesia menyambut positif inisiatif pemerintah tersebut sebagai bagian dari optimalisasi perjanjian EU-CEPA yang sedang dalam proses ratifikasi. Jerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di kawasan Uni Eropa, dinilai memiliki antusiasme yang sangat besar untuk memperluas cakupan investasi dan kemitraan ekonomi dengan Indonesia.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menekankan bahwa program ini merupakan kesempatan emas bagi pekerja migran Indonesia untuk mendapatkan pengalaman di level global. Melalui skema pertukaran pekerja, tenaga kerja lokal diharapkan mampu menyerap standar teknologi dan manajemen industri maju sebagai persiapan menghadapi era industrialisasi di dalam negeri.