Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga. Dia bahkan mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan sejumlah negara jika hal itu tidak dilakukan.
"Turunkan suku bunga atau saya akan berhenti berdagangan dengan negara-negara di mana kita mengalami defisit," kata Trump di media sosial akhir pekan lalu.
"Dewan Federal Reserve, dengan pemimpin barunya yang hebat, harus bertindak cerdas dan jadilah patriot untuk perubahan. Suku bunga tinggi menempatkan AS pada posisi yang sangat tidak adil, dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi," katanya.
The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan pada 15-16 September. Sebelumnya, bank sentral mempertajankan suku bunga acuan di kisaran di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen untuk kelima kalinya secara beruntun. (Wahyu Dwi Anggoro)