AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Uji Klinis Fase Tiga, Oxford : Vaksin AstraZeneca Aman dan Sangat Efektif

ECONOMICS
M Sukardi/Sindonews
Selasa, 23 Maret 2021 11:52 WIB
Vaksin AstraZeneca 79% efektif mencegah Covid-19, namun menawarkan perlindungan hingga 100% terhadap penyakit Covid-19 parah.
Uji Klinis Fase Tiga, Oxford : Vaksin AstraZeneca Aman dan Sangat Efektif (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Vaksin AstraZeneca 79% efektif mencegah Covid-19, namun menawarkan perlindungan hingga 100% terhadap penyakit Covid-19 parah. Vaksin kontroversial ini pun 100% efektif untuk mencegah orang keluar rumah sakit dengan penyakit parah lainnya. 

Studi uji klinis fase 3 yang dilakukan di Amerika Serikat dilakukan pada 32.449 orang dari semua kelompok usia di AS, Chili, dan Peru dengan total 141 kasus gejala Covid-19 yang dilaporkan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara orang yang berusia 65 tahun ke atas, terjadi perlindungan tubuh sebesar 85% terhadap pengembangan Covid-19. 

Tingkat efektivitas terhadap gejala Covid-19 bahkan lebih tinggi daripada yang diamati dalam uji klinis yang dipimpin Oxford. Badan pemantauan keamanan data independen (DSMB) juga mengidentifikasi tidak ada masalah keamanan yang terkait dengan vaksin. 

DSMB melakukan tinjauan khusus terhadap peristiwa trombotik serta trombosis sinus vena serebral (CVST) atau jenis bekuan darah yang telah menggangu Eropa. Laporan DSMB mengatakan bahwa tidak ditemukan peningkatan risiko trombosis di antara 21.583 peserta yang menerima setidaknya satu dosis vaksin AstraZeneca. Kasus CVST pun tak ditemukan. 

Andrew Pollard, profesor infeksi dan kekebalan pediatrik serta ketua peneliti uji coba vaksin dari Universitas Oxford, mengatakan, hasil ini adalah berita bagus karena menunjukkan kemanjuran vaksin yang luar biasa pada populasi baru dan konsisten dengan hasil dari uji coba yang dipimpin Oxford. 

"Kami dapat mengharapkan dampak yang besar terhadap perlawanan Covid-19 di semua usia dan untuk orang-orang dari semua latar belakang yang berbeda lewat vaksin AstraZeneca ini," ujar Pollard. 

Sarah Gilbert, profesor vaksinologi dan co-disainer vaksin, mengatakan temuan baru ini memberikan konfirmasi lebih lanjut bahwa keamanan dan efektivitas vaksin AstraZeneca dapat dipertanggung jawabkan. 

"Di banyak negara dan berbagai lintas usia, vaksin memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap Covid-19 dan kami berharap kabar ini akan mengarah pada penggunaan vaksin AstraZeneca yang lebih luas dalam upaya global memberantas pandemi di seluruh dunia," kata Gilbert. 

Gilbert menerangkan bahwa 20 persen orang dalam uji klinis ini berusia di atas 65 tahun dan tidak ada penurunan perlindungan bagi kelompok tersebut dan ini menjadi bukti baik bahwa vaksin AstraZeneca memang efektif untuk usia di atas 65 tahun, sama baiknya pada kelompok usia muda. 

Lebih lanjut, Mene Pangalos, wakil presiden eksekutif AstraZeneca mengatakan bahwa hasil penelitian ini menambah bukti bahwa vaksin ini dapat ditoleransi dengan baik dan sangat efektif terhadap semua tingkat keparahan Covid-19 di semua kelompok umur. 

"Kami yakin vaksin AstraZeneca dapat memainkan peran penting dalan melindungi jutaan orang di seluruh dunia dari virus mematikan tersebut," terangnya. 

Uji coba vaksin AstraZeneca di Amerika menggunakan interval waktu dengan jarak 4 minggu, berbeda dengan uji coba sebelumnya yang dilakukan di Inggris menggunakan interval 12 minggu. Meski berbeda, kemanjurannya tetap sama bahkan lebih besar. 

"Dengan interval waktu yang lebih pendek yaitu 4 minggu, ternyata efektivitas dan kemanjurannya tetap sangat baik. Ini amat luar biasa karena artinya pemberian vaksin bisa lebih cepat dan penerima dosis bisa jauh lebih banyak," papar Pangalos. (SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD