AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

UMP DKI 2022 Direvisi Anies, DPRD: Kami Dukung

ECONOMICS
Komaruddin Bagja
Kamis, 23 Desember 2021 21:13 WIB
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mendukung keputusan Gubernur Anies Baswedan merevisi UMP DKI 2022.
UMP DKI 2022 Direvisi Anies, DPRD: Kami Dukung(Dok.MNC Media)
UMP DKI 2022 Direvisi Anies, DPRD: Kami Dukung(Dok.MNC Media)

IDXChannel- Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta berharap adanya sentimen positif dari kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Ibukota sebesar Rp225.667 sehingga menjadi Rp4.641.854 di tahun 2022 mendatang.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mengatakan, Keputusan Gubernur Nomor 1395 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi Tahun 2022 sangatlah tepat, mengingat kondisi ekonomi para pekerja sempat terperosok akibat pandemi Covid-19 dua tahun terakhir.

“Kami apresiasi usaha pemda DKI untuk membela kepentingan buruh dan pekerja, kami dukung,” kata Aziz di Jakarta, Kamis (23/12/2021).

Politisi PKS itu berharap tahun depan setelah diterapkannya kebijakan kenaikan upah tersebut roda perekonomian Jakarta dapat berangsur-angsur membaik.

“Kami berharap dengan naiknya UMP tersebut, bisa menimbulkan efek domino untuk meningkatkan perekonomian DKI kedepan,” ucapnya.

Menurut Abdul Aziz, revisi kenaikan UMP dari 0,8% menjadi 5,1% sudah tepat karena didasari rasa keadilan serta menyesuaikan dengan angka inflasi di DKI Jakarta.

“Dasar keputusan itu sudah jelas, Pemprov menggunakan variabel inflasi 1,6% dan variabel pertumbuhan ekonomi nasional 3,51% hingga keluarlah hasil tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan keputusan merevisi UMP tahun 2022 didasarkan beberapa kajian. Salah satunya dari Bank Indonesia yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 4,7% sampai 5,5%.

Tak hanya itu, Institute For Development of Economics and Finance (Indef) juga memproyeksikan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 mencapai 4,3%.

Keputusan ini, selain mempertimbangkan sentimen positif dari kajian dan proyeksi tersebut, juga didasari kajian ulang dan pembahasan kembali bersama semua pemangku kepentingan terkait.

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD