AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Upaya Indonesia Menghindari Kebankrutan, Simak Penjelasannya

ECONOMICS
Mohammad Yan Yusuf
Jum'at, 22 April 2022 13:53 WIB
Upaya Indonesia menghindari kebangkrutan kerap diungkapkan sejumlah ekonom.
Upaya Indonesia Menghindari Kebankrutan, Simak Penjelasannya. (Foto : MNC Media)
Upaya Indonesia Menghindari Kebankrutan, Simak Penjelasannya. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Upaya Indonesia menghindari kebangkrutan kerap diungkapkan sejumlah ekonom.

Mereka kemudian meminta agar upaya Indonesia menghindari kebangkrutan terus dilakukan. Hal ini berkaca dari Sri Lanka yang kini alami gagal bayar utang dan terancam bangkrut. 

Seperti diketahui saat ini Sri Lanka tak mampu membayar utang sebesar USD51 miliar atau setara Rp732 triliun.

Utang Indonesia

Indonesia sendiri saat ini mencatat utang sebesar Rp7.014,58 triliun. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan awal tahun yang masih sebesar Rp6.919,15 perbulan. Dengan kata lain utang Indonesia sendiri mencapai Rp95,43 triliun.

Adapun rincian utang Indonesia sendiri dalam lima tahun terakhir yaitu : 

  • Total utang pemerintah tahun 2017: Rp 3.938,70 triliun 
  • Total utang pemerintah tahun 2018: Rp 4.418,30 triliun 
  • Total utang pemerintah tahun 2019: Rp 4.779,28 triliun 
  • Total utang pemerintah tahun 2020: Rp 6.074,56 triliun 
  • Total utang pemerintah per Februari 2022: Rp 7.014,58 triliun

Siapkan Mitigasi Utang

Sementara itu, Ekonomon Center of Law and Economic Studies (Celios), Bhima Yudhistira menjelaskan sekalipun Indonesia belum mengalami gagal utang seperti Sri Lanka. 

Namun Bima menyarankan agar menyiapkan mitigasi beban utang yang harus disiapkan. 

Sebab, lanjut Bhima, apa yang terjadi di Indonesia tidak jauh berbeda dengan Sri Lanka. Mereka berhutang untuk pembangunan infrastruktur yang tidak terukur. Padahal seharusnya pembangunan infrastruktur dapat mengurangi biaya logistik. 

Hentikan Proyek Infrastruktur

Berkaca dari Sri Lanka, Bima menyarankan agar Indonesia perlu menghentikan proyek-proyek infrastruktur yang tidak sejalan dengan penurunan biaya logistik, kelancaran distribusi barang atau industrialisasi. 

Cari Bunga Rendah

Dilain sisi, Indonesia, seperti kata Bhima agar berhati-hati dalam menerima pembiayaan utang dan tidak ketergantungan utang seperti Sri Lanka yang membuat negara tersebut bankrut. 

Salah satunya dengan mencari metode pembiayaan lain yang menawarkan bunga lebih rendah. 

Seleksi Proyek

Seperti sebelumnya, Indonesia juga harus melakukan seleksi proyek bukan berdasarkan kepentingan kreditor, tapi kebutuhan dalam negeri. 

Dengan demikian, pemerintah harus memfokuskan belanja negara untuk mendorong perlindungan sosial setidaknya 4-5 persen dari PDB. Sehingga perlindungan sosial hanya 2,8 persen dari PDB. 

Utang Indonesia yang sama-sama sedang menggencarkan pembangunan infrastruktur. 

Utang yang digunakan untuk membangun infrastruktur tidak dicek keseimbangannya secara ekonomi. Alhasil Pelabuhan Hambantota dengan kerjasama utang dari China malah dikuasai China dengan konsesi pelabuhan hingga puluhan tahun. 

Penghematan Belanja Pegawai

Upaya Indonesia menghindari kebangkrutan yaitu menghemat belanja pegawai dan belanja anggaran agar lebih fokus menstimulasi sektor usaha kecil dan menengah serta digitalisasi perizinan. 

Selain itu, pemerintah juga perlu mengendalikan inflasi agar tidak bernasib seperti Sri Lanka yang gagal mengatasi naiknya harga barang atau inflasi akibat utangnya. 

Tambahan Subsidi

Selain itu, anggaran subsidi energi dari Rp134 triliun menjadi minimum Rp 200 triliun. Dengan demikian, inflasi terkendali dan bunga surat utang lebih murah. 

Bhima melanjutkan, jika pemerintah ugal-ugalan menambah utang dan selalu bilang rasio utang aman, sementara tidak ada yang rem. Maka perlu diwaspadai ancaman krisis utang dalam beberapa tahun ke depan.

Itulah upaya Indonesia menghindari kebangkrutan. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah wawasan Anda.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD