AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Usai Rugi Bandar di September 2021, Ini Jurus Jitu Garuda (GIAA) Dukung Kinerja Operasional

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 18 November 2021 10:58 WIB
Hingga September 2021 emiten dengan kode saham GIAA itu mencatatkan total pendapatan sebesar USD 568 juta.
Usai Rugi Bandar di September 2021, Ini Jurus Jitu Garuda (GIAA) Dukung Kinerja Operasional (FOTO:MNC Media)
Usai Rugi Bandar di September 2021, Ini Jurus Jitu Garuda (GIAA) Dukung Kinerja Operasional (FOTO:MNC Media)

IDXChannel -  Usai perusahaan mencatatkan kerugian pada September 2021, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, tengah mengambil sejumlah jurus jitu untuk mendukung kinerja operasionalnya. 

Sebelumnya, hingga September 2021 emiten dengan kode saham GIAA itu mencatatkan total pendapatan sebesar USD 568 juta. Sementara, total biaya operasional mencapai USD 1,29 miliar.  

"Garuda masih mencatatkan kerugian operasional yang disebabkan oleh struktur biaya perseroan yang sebagian besar bersifat tetap (fixed), yang tidak sebanding dengan penurunan signifikan atas revenue perseroan imbas pandemi Covid-19," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dikutip Kamis (18/11/2021). 

Adapun lima strategi utama Garuda Indonesia untuk mendukung kegiatan operasionalnya diantaranya, 

Pertama, mengoptimalkan route network Perseroan dengan mengoperasikan rute-rute yang mengkontribusikan keuntungan, dengan fokus awal adalah rute-rute domestik dan rute-rute penerbangan internasional tertentu dengan tujuan pengangkutan kargo. 

Kedua, menyesuaikan jumlah pesawat Perseroan sesuai kondisi pasar serta menyesuaikan jenis dan atau tipe pesawat untuk mensimplifikasi operasional serta mendorong efisiensi biaya. Ketiga, melakukan negosiasi ulang kontrak sewa pesawat 

Keempat, meningkatkan kontribusi pendapatan kargo melalui optimalisasi belly capacity dan digitalisasi operasional. Kelima, meningkatkan kontribusi pendapatan ancillary melalui product unbundling dan ekspansi produk yang ditawarkan

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD