AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Usut Dugaan Korupsi Sewa Pesawat, Kejagung Periksa Empat Pejabat Garuda Indonesia

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta Barus
Rabu, 26 Januari 2022 14:44 WIB
Kejagung telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pejabat Garuda Indonesia terkait dugaan korupsi pengelembungan biaya sewa pesawat.
Usut Dugaan Korupsi Sewa Pesawat, Kejagung Periksa Empat Pejabat Garuda Indonesia (FOTO: MNC Media)
Usut Dugaan Korupsi Sewa Pesawat, Kejagung Periksa Empat Pejabat Garuda Indonesia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pejabat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), terkait dugaan korupsi pengelembungan biaya sewa pesawat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebutkan keempat orang tersebut diperiksa sebagai saksi dalam pengelolaan keuangan PT Garuda Indonesia (Perseroan) Tbk.

Ia menyebutkan pemeriksaan tersebut dilaksanakan tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus).

Empat orang saksi tersebut dikatakannya memiliki perannya masing-masing dalam pengelolaan yang berkaitan dengan dugaan kasus korupsi tersebut.

R selaku Senior Manager PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk diperiksa terkait mekanisme perencanaan, pengadaan dan pembayaran pesawat udara.

Kemudian ada Capt. AW selaku Executive Project Manager PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk diperiksa terkait mekanisme perencanaan, pengadaan dan pembayaran pesawat udara.

Saksi WW selaku PV Strategis and Network Planning PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk diperiksa terkait mekanisme perencanaan, pengadaan dan pembayaran pesawat udara.

AB selaku Vice President (VP) Bagian Treasury PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk diperiksa terkait mekanisme perencanaan, pengadaan dan pembayaran pesawat udara.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dalam Pengelolaan Keuangan PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk," jelas Leonard Eben Ezer.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Jaksa Agung Burhanuddin mengungkapkan penyidikan kasus korupsi sewa pesawat di tubuh Garuda Indonesia akan berkembang tidak hanya sampai ATR 72-600 tetapi juga Bombardier, Airbus, Boeing, dan Rolls Royce.

Kejaksaan Agung juga disebutkan Burhanuddin akan berkoordinasi secara intensif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya pada 11 Januari 2022 mendadak mendatangi kawasan gedung Kejaksaan Agung untuk memberikan bukti-bukti terkait dugaan korupsi di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Erick mengungkapkan ada indikasi korupsi dalam pengadaan pesawat Garuda Indonesia dengan jenis yang berbeda-beda. Salah satu yang ia laporkan yakni pengadaan ATR 72-600.

"Tapi secara data memang dalam proses pengadaan pesawatnya, leasingnya ada indikasi korupsi dengan merek berbeda-beda. Khisusnya hari ini ATR 72-600," kata Erick Thohir di Kantor Kejagung, Selasa (11/1/2022).

Sejumlah bukti yang diberikan ke Kejaksaan Agung tersebut merupakan bukti-bukti hasil audit investigasi sebagai fakta. Erick Thohir juga akan menyelidiki tindakan korupsi serupa untuk pengadaan pesawat Garuda Indonesia lainnya.

"Dari laporan yang sudah jadi penyelidikan dan melengkapi apalagi dapat data dari BPKP. Tentu hari ini ATR 72-600 yang sedang diselidiki. Apakah ada pesawat lain. Dimungkinkan karena kita mau selesaikan untuk transparansi," tutup Erick Thohir. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD