AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Utang Terus Numpuk, Perusahaan Mobil Listrik Evergrande Tak Bisa Bayar Pemasok

ECONOMICS
Aditya Pratama/iNews
Selasa, 28 September 2021 08:07 WIB
Perusahaan mobil listrik Evergrande Group mengalami kesulitan membayar pemasok.
Utang Terus Numpuk, Perusahaan Mobil Listrik Evergrande Tak Bisa Bayar Pemasok (FOTO:MNC Media)

IDXChannel- Perusahaan mobil listrik Evergrande Group mengalami kesulitan membayar pemasok. Mereka juga telah membatalkan rencana untuk menjual saham baru karena masalah utang bisnis properti menyebar ke lini bisnis lain.  

Saham unit mobil listriknya, Evergrande New Energy Vehicle Group turun lebih dari 9 persen di Hong Kong pada awal pekan ini menyusul pengumuman mereka tidak akan lagi melakukan pencatatan sekunder di Bursa Shanghai dan mengalami kesulitan membayar pemasok. Sementara itu, saham perusahaan telah turun sebanyak 30 persen pada hari sebelumnya.  

Dikutip dari CNN Internasional, saham perusahaan mobil listrik Evergrande mengalami beberapa penurunan satu hari lebih dari 20 persen dalam beberapa pekan terakhir, dan telah merosot lebih dari 90 persen sepanjang tahun ini. Koreksi ini berkaitan dengan pengumuman Evergrande Group yang memberitahu meraka bisa saja gagal bayar membayar utangnya yang mencapai lebih dari 300 miliar dolar AS. 

Adapun 65 persen saham Evergrande New Energy Vehicle yang terkenal dengan merek mobil listrik Hengchi dimiliki oleh pemiliknya. Grup telah berusaha menjual sebagain sahamnya di bisnis mobil listrik demi meringankan krisis utang tapi tidak berhasil.   

Mereka sebelumnya juga telah mempertimbangkan untuk menjual saham baru di Bursa Efek Shanghai. Tetapi akhirnya memutuskan membatalkan rencana tersebut. Itu terjadi hanya beberapa hari setelah perusahaan mobil listriknya menangguhkan pekerjaan untuk sejumlah proyek karena kekurangan dana yang serius dari pemiliknya. 

Ketua Evergrande New Energy Vehicle Shawn Siu mengatakan, perusahaan masih menjajaki dengan investor strategis potensial yang berbeda untuk memperkenalkan investor baru, yaitu dengan mencoba menjual beberapa asetnya di luar negeri. Tetapi sejauh ini belum ada kemajuan. 

Tanpa dana segar, Siu memperkirakan, krisis utang Evergrande Group akan mempengaruhi operasinal harian grup secara keseluruhan. Selain itu, memperburuk kemampuan perusahaan untuk membayar gaji karyawan dan atau pengeluaran lainnya. 

"Juga akan merugikan kemampuan perusahaan untuk melanjutkan produksi kendaraannya," kata dia. 

Peringatan tersebut menggarisbawahi betapa pentingnya waktu bagi Evergrande secara keseluruhan. Pada Kamis pekan lalu, grup gagal melakukan pembayaran bunga hampir 84 juta dolar AS, meskipun masih memiliki masa tenggang hingga 30 hari untuk membayar. Selanjutnya dijadwalkan untuk melakukan pembayaran obligasi lain pada pekan ini.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD