AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Varian Omicron Mengancam, Filipina Genjot Vaksin Massal

ECONOMICS
Hasyim Ashari
Senin, 29 November 2021 20:28 WIB
Pemerintah Filipina menggenjot vaksinasi covid-19 secara besar-besaran untuk mengantisipasi munculnya varian baru covid yakni Omicron.
Varian Omicron Mengancam, Filipina Genjot Vaksin Massal (FOTO: MNC Media)
Varian Omicron Mengancam, Filipina Genjot Vaksin Massal (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Filipina menggenjot vaksinasi covid-19 secara besar-besaran untuk mengantisipasi munculnya varian baru covid yakni Omicron. Bahkan dalam tiga hari terakhir, 9 juta warga Filipina disuntik vaksin.

Dilansir dari Channel News Asia (CNA), Senin (29/11/2021) Presiden Filipina Rodrigo Duterte menargetkan sebanyak 15 juta orang mendapat vaksin Covid-19. Menurutnya, hal tersebut satu-satunya dorongan untuk mempercepat vaksinasi.

"Ini adalah satu-satunya dorongan terbesar kami untuk mempercepat vaksinasi," kata Presiden Filipina Rodrigo Duterte di pusat vaksinasi di timur ibu kota Manila.

Menurut laporan beberapa wilayah di Filipina terdapat sekitar delapan ribu lokasi vaksin, dan diperkirakan mengerahkan  160 ribu sukarelawan yang bekerja serta petugas kepolisian yang membantu ratusan orang yang mengantri vaksinasi.

Kepala Vaksinasi Filipina, Carlito Galvez mengatakan bahwa munculnya varian baru Omicron telah membuat kampanye vaksinasi di negaranya menjadi lebih penting. "Lebih baik bersiap untuk efek Omicron," ucapnya.

Sebagai informasi, Filipina merupakan salah satu negara paling terdampak wabah pandemi Covid-19 paling buruk di Asia. Hal itu disebabkan lantaran peluncuran vaksinnya lebih lambat daripada banyak negara tetangga, dengan lebih dari sepertiga dari 110 juta penduduknya terinfeksi Covid-19.

Namun, berkat menggencarkan program vaksinasi massal rata-rata infeksi harian baru telah turun tajam menjadi 1.644 pada bulan November dari jumlah sebelumnya yang mencapai 18.579 pada September. Ini membuka jalan bagi pembukaan kembali ekonomi yang lebih luas.

Akan tetapi, tingkat vaksinasi masih belum merata dan menjangkau seluruh wilayahnya, dengan 93 persen penduduk yang memenuhi syarat di wilayah ibu kota disuntik dibandingkan dengan 11 persen di bagian termiskin di selatan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD