AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4210
ACES
615
ACST
185
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
745
ADMF
8300
ADMG
165
ADRO
4080
AGAR
306
AGII
2250
AGRO
575
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
101
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
322
ALDO
680
ALKA
290
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.54
-0.28%
-1.53
IHSG
7075.39
0.04%
+3.13
LQ45
1011.63
-0.3%
-3.01
HSI
18087.97
5.91%
+1008.46
N225
27120.53
0.48%
+128.32
NYSE
0.00
-100%
-13855.72
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,210
Emas
837,370 / gram

Wanti-wanti WHO, Omicron Bisa Timbulkan Risiko Global Tinggi

ECONOMICS
Hasyim Ashari
Senin, 29 November 2021 17:21 WIB
WHO memperingatkan menyebarnya covid-19 varian Omicron bakal memberian risiko global yang sangat tinggi.
Wanti-wanti WHO, Omicron Bisa Timbulkan Risiko Global Tinggi (FOTO: MNC Media)
Wanti-wanti WHO, Omicron Bisa Timbulkan Risiko Global Tinggi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Badan Kesehatan Dunia atau WHO memperingatkan menyebarnya covid-19 varian Omicron bakal memberian risiko global yang sangat tinggi. Pasalnya, lonjakan kasus yang terjadi belum pernah setinggi covid sebelumnya.

WHO juga mendesak agar mempercepat vaksinasi untuk kelompok prioritas resiko tinggi. Tidak hanya itu, PBB juga menegaskan untuk selalu meningkatkan pelayanan kesehatan di setiap negara.

"Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensialnya pada lintasan pandemi," kata WHO seperti dikutip Channel News Asia (CNA), Senin (29/11/2021). 

"Risiko global secara keseluruhan terkait dengan varian baru yang menjadi perhatian Omicron dinilai sangat tinggi," lanjutnya.

Kendati demikian, dilaporkan hingga saat ini, tidak ada kematian akibat terinfeksi virus Omicron. Lebih lanjut, WHO menilai bahwa potensi Omicron yang kebal terhadap vaksin masih dalam tahap proses penelitiannya.

"Meningkatnya kasus, terlepas dari perubahan tingkat keparahan, dapat menimbulkan tuntutan besar pada sistem perawatan kesehatan dan dapat menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas,” ungkap WHO.

“Dampak pada populasi yang rentan akan sangat besar, terutama di negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang rendah," tambahnya.

WHO, dalam panduan terbarunya, menegaskan kembali bahwa negara-negara harus menggunakan pendekatan berbasis risiko untuk menyesuaikan langkah-langkah perjalanan internasional secara tepat.

Dari hasil penelitian sementara WHO, kehadiran beberapa mutasi virus Covid-19 menunjukkan bahwa Omicron mungkin memiliki kemungkinan tinggi untuk lolos dari kekebalan dari perlindungan yang dimediasi antibodi. 

Namun, potensi kekebalan terhadap vaksin tersebut lebih sulit diprediksi.
"Secara keseluruhan, ada ketidakpastian yang cukup besar dalam besarnya potensi lolosnya kekebalan dari Omicron," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD