AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Virus PMK Merebak, Kementan Jamin Stok Daging Aman Saat Iduladha

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 13 Mei 2022 14:11 WIB
Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini merebak dan banyak menyerang hewan ternak.
Virus PMK Merebak, Kementan Jamin Stok Daging Aman Saat Iduladha (FOTO: MNC Media)
Virus PMK Merebak, Kementan Jamin Stok Daging Aman Saat Iduladha (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini merebak dan banyak menyerang hewan ternak. Namun Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin stok ternak saat Iduladha aman tahun ini.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan wabah virus PMK yang saat ini menjangkit beberapa peternakan di Indonesia tidak menimbulkan tingkat kematian hewan yang begitu tinggi, yaitu hanya sekitar 2% dari populasi yang ada.

"Mengacu pada data nasional tahun lalu, populasi sapi potong mencapai 18 juta, kerbau 1,2 juta, kambing 19,2 juta, dan domba 17,9 juta ekor,” kata Kuntoro pada pernyataan tertulis, Jumat (13/5/2022).

Sedangkan menurut Kuntoro jumlah kebutuhan hewan ternak untuk kebutuhan idul adha tahun lalu jumlahnya lebih sedikit dibanding populasi sapi potong yang tersedia. Tahun lalu (2021) total penyembelihan hewan kurban sebanyak 1,7 juta, terdiri dari 609,5 ribu sapi, 14,2 ribu kerbau, 281,3 ribu kambing, dan 750 ribu domba.

Sehingga menurut Kuntoro jika melihat total kebutuhan hewan potong pada idul adha dan ketersediaan hewan saat ini terbilang masih aman. Meskipun saat ini ditengah wabah virus PMK.

"Sehingga secara populasi, stok ternak kita untuk kebutuhan pemotongan hewan kurban masih cukup aman,” sambungnya.

Terkait masalah kesehatan untuk masyarakat sebagai konsumen, Kuntoro menegaskan virus PMK tidak menyebar ke manusia yang mengonsumsi daging hewan. Asalkan memperhatikan kebersihan dan bagian daging yang dikonsumsi.

"PMK bukan penyakit yang dapat menular atau membahayakan kemanusia. Daging ternak yang positif PMK masih dapat dikonsumsi selama dimasak dengan benar,” kata Kuntoro.

Kementan menghimbau kepada masyarakat saat ini untuk menghindari konsumsi jeroan daging. Terutama yang berada di sekitar mulut hingga lidah, serta kaki sapi yang memiliki potensi terserang virus PMK. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD