AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Wacana Penambahan Cukai Plastik, Ini Harapan Pengusaha Mamin Indonesia

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 10 September 2021 13:58 WIB
Pemerintah diketahui akan melakukan penambahan biaya cukai plastik yang mana juga mencakup pada kemasan wadah.
Ilustrasi cukai plastik
Ilustrasi cukai plastik

IDXChannel - Pemerintah diketahui akan melakukan penambahan biaya cukai plastik yang mana juga mencakup pada kemasan wadah. Hal ini lantas dianggap memberatkan para pengusaha di indusri makanan minuman (mamin). 

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman mengatakan pihaknya memiliki sejumlah harapan dengan adanya inisiasi pemerintah tersebut. 

“Harapan kedepan, untuk masalah ini tidak diselesaikan dengan penambahan biaya cukai saja. Justru pemerintah  harus fokus bagaimana untuk mengatasi masalah dan penyakit tersebut, kita berharap pemerintah juga bisa berdikusi dengan pelaku industri atau perusahaan terkait,” kata Adi saat dihubungi, Jumat (10/9/2021).

Dalam kesempatannya, dirinya memperumpamakan Jepang yang merupakan penggunaan atau konsumsi plastiknya tinggi tapi tidak membebankan pengusaha dengan penambahan biaya cukai. 

“Kami juga tidak ingin pemerintah justru memberikan beban tambahan baru di masa seperti ini kita coba untuk diskusi dan melakukan kajian bersama sehingga kenaikan itu sesuai dengan data yang ada," tambahnya.

Menurutnya, pemerintah bersama sejumlah pengusaha harus mendukung, memberikan edukasi dan literasi untuk berbagai individu sehingga tidak sporadis dan lebih masif menangani masalah yang ada. 

“Dalam mengefektifkan regulasi aturan dan sebagainya kami menunggu pihak pemerintah mengundang pelaku usaha dan sebelum menetapkan pajak cukai dan menambah pemasukan negara dengan pajak maka harus dibutuhkan dukungan dari berbagai stake holder untuk mengatasi masalah di negara ini,” ujarnya.

Meskipun demikian, pihaknya mengaku hal terpenting saat ini adalah edukasi dan literasi budaya untuk hidup sehat dan dibangun bersama-bersama untuk atasi masalah utamanya bukan membebani masyarakat dengan cukai yang berujung kedalam harga jual terlebih di masa sulit seperti saat ini. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD