AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1360
ACES
1205
ACST
187
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
172
ADRO
2180
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
750
ALDO
1300
ALKA
296
ALMI
294
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.26
-0.07%
-0.33
IHSG
6554.91
-0.2%
-13.27
LQ45
938.13
-0.13%
-1.21
HSI
24247.54
0.02%
+3.93
N225
27044.27
-0.32%
-87.07
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Wapres Sebut Vaksinasi Covid-19 Terus Dipacu Lebih dari 2 Juta Dosis per Hari

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Rabu, 08 September 2021 13:42 WIB
Vaksin Covid-19 dosis kedua dilaporkan sudah tersedia di berbagai wilayah. Akhir tahun ini diharapkan target vaksinasi tersebut bisa selesai. 
Vaksinasi Covid-19 Terus Dipacu Lebih dari 2 Juta Dosis per Hari
Vaksinasi Covid-19 Terus Dipacu Lebih dari 2 Juta Dosis per Hari

IDXChannel - Vaksin Covid-19 dosis kedua dilaporkan sudah tersedia di berbagai wilayah. Akhir tahun ini diharapkan target vaksinasi tersebut bisa selesai. 

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin bahwa vaksin Covid-19 untuk dua kali sudah tersedia. 

“Memang tadinya diharapkan Desember 2021 itu dua kali penyuntikan vaksin sudah terpenuhi tapi kita liat dari kecepatan,” katanya saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah di DKI Jakarta, Rabu (8/9/2021).

Maruf menyebut bahwa capaian vaksinasi terus mengalami kenaikan. Bahkan saat ini cakupan vaksinasi per hari bisa mencapai lebih dari 1 juta penyuntikan.

“Nah sekarang sedang dipacu supaya lebih dari 2 juta. Cepat sekali. Nah itu yang sedang diusahakan. Sudah mulai dilakukan. Sudah ada kenaikan-kenaikan tiap harinya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Maruf menyebut ketersediaan vaksinator juga menjadi faktor penentu kecepatan vaksinasi. Dia mengatakan bahwa untuk vaksinator tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan saja.

“Oleh karena itu tidak hanya mengandalkan tenaga kesehatan, ya dari dinas-dinas tapi juga ada intervensi, ditambah dengan TNI, ditambah dengan Polri, ditambah juga tenaga-tenaga dari BKKBN. Dengan empat jalur ini, ini kita harapkan bahwa ada percepatan,” tuturnya.

Bahkan percepatan ini juga didukung vaksinasi yang digelar oleh beberapa organisasi dan kampus.

“Kemarin saya meninjau di Universitas Indonesia yg juga menyelenggarakan vaksinasi dan juga vaksinatornya dari alumninya. Nah ini semua dikerahkan. Selain tenaga dinas kesehatan, TNI, Polri, BKKBN juga ada relawan-relawan,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD