AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

WHO Sebut Varian Omicron Berpotensi Tingkatkan Infeksi Secara Global

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Selasa, 30 November 2021 06:06 WIB
WHO baru saja menyatakan jika varian Omicron kemungkinan bisa menyebar secara internasional
WHO Sebut Varian Omicron Berpotensi Tingkatkan Infeksi Secara Global (FOTO:MNC Media)
WHO Sebut Varian Omicron Berpotensi Tingkatkan Infeksi Secara Global (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Saat ini, mewabahnya virus varian baru Omicron tengah menjadi kekhawatiran dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah angkat bicara tentang betapa seriusnya varian berkode B.1.1.529 ini. 

WHO baru saja menyatakan jika varian Omicron kemungkinan bisa menyebar secara internasional, yang artinya menimbulkan resiko infeksi Covid-19 skala global yang sangat tinggi dari lonjakan infeksi yang memiliki konsekuensi parah di beberapa area. 

“Omicron punya jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah ada sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan. Resiko global secara keseluruhan terkait dengan varian baru ini dinilai sangat tinggi,” bunyi pernyataan WHO, seperti dikutip The Guardian, Senin (29/11/2021). 

Merespon cepat situasi saat ini, WHO sendiri disebutkan sudah mendesak 194 negara anggotanya untuk mempercepat program vaksinasi pada kelompok prioritas, mengantisipasi peningkatan jumlah kasus, memastikan rencana mitigasi sudah tepat untuk mempertahankan layanan kesehatan yang sangat esensial. 

“Meningkatnya kasus, terlepas dari perubahan tingkat keparahan, bisa menimbulkan tekanan yang luar biasa pada sistem perawatan kesehatan. Bisa juga menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Dampaknya pada populasi yang rentan akan sangat besar, terutama di negara-negara dengan cakupan vaksinasi yang rendah,” lanjut WHO. 

Sejauh ini belum ada kasus kematian dilaporkan yang terkait akibat varian Omicron. Sementara untuk penyebarannya, diketahui sudah menyebar ke berbagai penjuru dunia seperti Afrika Selatan, beberapa negara Uni Eropa, Hong Kong, dan bahkan sudah ditemukan kasus baru di Australia, Belanda, dan juga Denmark. 

  

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD