IDXChannel - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia mendorong PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk mempercepat proses restrukturisasi keuangan dan pembenahan kinerja secara menyeluruh.
Langkah penyehatan fundamental ini menjadi pijakan krusial guna mempersiapkan emiten konstruksi pelat merah tersebut dalam agenda penggabungan (merger) BUMN sektor karya.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menggelar pertemuan langsung bersama jajaran direksi PT Wijaya Karya guna mematangkan strategi restrukturisasi perseroan.
Dony menegaskan bahwa penyehatan korporasi harus diawali dari transparansi neraca keuangan agar pemetaan kapasitas dan beban perusahaan dapat diselesaikan secara konkret.
"Restrukturisasi perusahaan harus dimulai dari penataan laporan keuangan yang presisi dan sesuai kondisi nyata. Kami mengawal ketat agar pembenahan BUMN Karya seperti WIKA bisa optimal, tidak hanya di atas kertas, melainkan mencerminkan perbaikan perusahaan yang nyata," kata Dony dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Selain penataan akuntansi dan laporan keuangan, strategi penyehatan WIKA difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan aset melalui skema divestasi. Pelepasan aset-aset potensial tersebut diarahkan untuk memangkas kewajiban utang perseroan secara terukur serta memperbaiki profil likuiditas sebelum penggabungan usaha dieksekusi.
Penuntasan kewajiban utang dan perbaikan arus kas dinilai menjadi prasyarat utama agar entitas hasil konsolidasi BUMN karya nantinya memiliki struktur permodalan yang kokoh. Danantara memastikan setiap tahapan pembenahan WIKA berjalan terarah demi menopang keberlanjutan bisnis konstruksi nasional.
"Restrukturisasi WIKA juga akan mengoptimalkan pemanfaatan aset yang akan didivestasi guna mengurangi kewajiban utang perusahaan. Langkah ini penting agar struktur keuangan perseroan kembali sehat sehingga siap mendukung kelancaran merger BUMN karya," ucap Dony. (Wahyu Dwi Anggoro)