AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

WNI dan WNA yang Divaksin di Luar Negeri Bisa Akses PeduliLindungi, Ini Caranya

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Selasa, 14 September 2021 14:56 WIB
Fitur baru PeduliLindungi dikhususkan bagi WNI dan WNA yang divaksin di luar negeri.
WNI dan WNA yang Divaksin di Luar Negeri Bisa Akses PeduliLindungi, Ini Caranya (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kesehatan memperkenalkan fitur baru dalam aplikasi PeduliLindungi untuk memantau mobilisasi dan kegiatan masyarakat di Tanah Air. Fitur baru ini dikhususkan untuk pada Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) agar bisa mengakses PeduliLindungi walaupun sertifikat vaksinnya bukan dari Indonesia

Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji, St, M.Si mengatakan fitur ini sengaja ditambahkan dalam rangka verifikasi bagi WNA dan WNI yang sudah mendapatkan vaksinasi di luar negeri. Dalam sesi jumpa pers yang disiarkan langsung dari channel YouTube Kemenkes, Selasa (14/9/2021), ia pun memberikan panduan cara menggunakannya.

"Kami sudah menyiapkan website dengan alamat vaksinln.dto.kemkes.go.id untuk para WNI dan WNA mendaftarkan dan nanti akan diverifikasi. Nantinya WNA dan WNI yang vaksin di luar negeri bisa masuk ke dalam website ini dan melakukan pendaftaran serta pengajuan ke verifikasi," kata Setiaji, dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Kemenkes nantinya akan melakukan verifikasi khususnya bagi WNI. Sementara untuk WNA Kemenkes bersama Kemenlu bekerjasama melakukan koordinasi dengan kedutaan masing-masing, sehingga sertifikat non vaksin yang berasal bukan dari Indonesia akan diverifikasi oleh kedutaan masing-masing.

Setelah diverifikasi, nanti hasilnya akan dikonfirmasi melalui email yang sudah didaftarkan di aplikasi tersebut, kurang lebih maksimal 3 hari kerja. Setelah menerima, email tersebut harus diklaim dengan cara masuk ke dalam aplikasi PeduliLindungi untuk melengkapi maupun mengklaim sertifikat vaksin yang akan muncul setelah diverifikasi.

"Setelah itu masyarakat bisa menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan scan QR-Code di berbagai tempat aktivitas masyarakat seperti mall, penerbangan dan lain sebagainya," tuntasnya. 


(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD