sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Zulhas Desak 32 Gubernur dan Bupati Kebut Pembangunan Proyek Pembangkit Sampah Jadi Listrik

Economics editor Tangguh Yudha
22/04/2026 00:12 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan mendesak para gubernur serta bupati untuk segera mempercepat realisasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Zulhas Desak 32 Gubernur dan Bupati Kebut Pembangunan Proyek Pembangkit Sampah Jadi Listrik. (Foto iNews Media Group)
Zulhas Desak 32 Gubernur dan Bupati Kebut Pembangunan Proyek Pembangkit Sampah Jadi Listrik. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, mendesak para gubernur serta bupati untuk segera mempercepat realisasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Zulhas menegaskan, percepatan ini merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang mana jika proyek tidak kunjung rampung dalam waktu yang ditentukan, maka pemerintah pusat tidak segan mengambil alih pengerjaannya.

"Karena ini perintah Bapak (Presiden) langsung. Kalau dalam tujuh minggu, enggak selesai juga, ya terpaksa kita ambil lagi. Perintahnya begitu," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di kantornya, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Dia menilai kondisi pengelolaan sampah di Indonesia sudah masuk kategori darurat. Menurutnya, salah satu indikatornya adalah menumpuknya sampah di berbagai wilayah hingga memicu bencana yang menelan korban.

"Karena kita ini sudah masuk kategori darurat sampah. Apa buktinya? Ya, sudah menggunung. Kemarin ada bencana itu. Di mana? Bantar Gebang," kata Zulhas.

Lebih jauh Zulhas menyampaikan, dalam waktu dekat pemerintah akan kembali melakukan penandatanganan kerja sama antara pemerintah daerah dengan BUPP untuk 12 proyek PSEL lainnya. Dia bahkan mengklaim 12 proyek tersebut akan rampung dalam waktu kurang dari tujuh minggu.

"Kemudian, setelah ini ada 12, segera. 12 ini yang tidak akan lebih dari 7 minggu. Yang 12 lagi tidak lebih tujuh minggu akan kita selesaikan cepat agar ini semua bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Jika seluruh proyek di 32 kawasan aglomerasi berhasil diselesaikan, kata dia, maka baru sekitar 24 hingga 25 persen persoalan sampah nasional dapat teratasi.

"Kalau ini semua selesai sampai totalnya 32 aglomerasi itu selesai semua, baru kita menyelesaikan 24-25 persen (masalah sampah)," kata dia.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement