AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

AS Bakal Godok Aturan Mobil Baru Wajib Dilengkapi Fitur Deteksi Alkohol

ECOTAINMENT
Fadli Ramadhan
Kamis, 22 September 2022 03:30 WIB
NTSB AS menyerukan agar sistem pendeteksi alkohol menjadi perangkat standar pada mobil baru sebagai langkah untuk mencegah kecelakaan.
AS Bakal Godok Aturan Mobil Baru Wajib Dilengkapi Fitur Deteksi Alkohol (Dok.MNC)
AS Bakal Godok Aturan Mobil Baru Wajib Dilengkapi Fitur Deteksi Alkohol (Dok.MNC)

IDXChannel – Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS menyerukan agar sistem pendeteksi alkohol menjadi perangkat standar pada mobil baru. Hal ini merujuk pada kecelakaan fatal di Hari Tahun Baru yang menewaskan sembilan orang, termasuk tujuh anak-anak.

Dikutip dari Carscoop, agen federal menyatakan kecelakaan yang terjadi pada 2021 itu disebabkan oleh pengemudi yang mengalami gangguan kesadaran ketika sedang memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi.

Oleh karena itu, Ketua NTSB Jennifer Homendy menegaskan perlunya alat pendeteksi alkohol pada pengendara untuk mencegah terjadi kecelakaan fatal. Pasalnya, sudah banyak kasus kehilangan nyawa di Amerika Serikat akibat berkendara di bawah pengaruh alkohol.

“Teknologi dapat mencegah kecelakaan yang memilukan ini, sama seperti teknologi dapat mencegah puluhan ribu kematian akibat gangguan mengemudi dan kecelakaan terkait kecepatan yang kita lihat di AS setiap tahun,” kata Homendy.

Jennifer Homendy berpendapat sistem deteksi pengendara sedang berada di bawah pengaruh alkohol perlu diterapkan sesegera mungkin di Amerika Serikat. Ini dapat membantu NTSB membuat beberapa rekomendasi sebagai akibat dari kecelakaan itu.

Secara khusus, NTSB juga mendorong Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) untuk meminta sistem deteksi gangguan alkohol yang terintegrasi. Nantinya, kendaraan akan berhenti secara otomatis jika pengendara terdeteksi mengonsumsi alkohol.

Banyak orang yang mendukung upaya untuk membasmi pengemudi mabuk, yang juga menyuarakan perkembangan teknologi. Diharapkan pembatasan kecepatan juga diterapkan agar kecelakaan akibat kecepatan tinggi dapat dikurangi.

Pada 2020, diperkirakan 11.654 kematian terjadi dalam kecelakaan akibat berkendara di bawah pengaruh alkohol. Pada tahun yang sama, ada 11.258 kematian dalam kecelakaan di mana setidaknya satu pengemudi melaju dalam kecepatan tinggi.

“Sistem ini secara pasif memantau kinerja pengemudi, untuk mengidentifikasi secara akurat apakah pengemudi itu mungkin berada di bawha pengaruh alkohol. Ini dapat mencegah atau membatasi pengoperasian kendaraan jika terdeteksi,” ucap Homendy. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD