AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

BMW dan Daimler Digugat LSM, Diduga Menolak Pengetatan Emisi Karbon

ECOTAINMENT
Dinar Fitra Maghiszha
Selasa, 21 September 2021 17:12 WIB
Gugatan ini menandai pertama kalinya warga Jerman menggugat perusahaan swasta karena dinilai memperparah perubahan iklim.
BMW dan Daimler Digugat LSM, Diduga Menolak Pengetatan Emisi Karbon (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Raksasa otomotif asal Jerman, BMW dan Daimler mendapat gugatan dari sebuah organisasi aktivis lembaga sosial masyarakat (LSM) yang bergerak di isu lingkungan, Deutsche Umwelthilfe (DUH). 

Hal tersebut karena dinilai menolak pengetatan target emisi karbon untuk produksi kendaraan mereka. 

Gugatan ini menandai pertama kalinya warga Jerman menggugat perusahaan swasta karena dinilai memperparah perubahan iklim. 

Tak hanya itu, kedua produsen mobil mewah itu juga dianggap tidak mau mengetatkan penggunaan bahan bakar fosil hingga 2030. Gugatan diajukan pimpinan Deutsche Umwelthilfe ke jalur hukum, pada Senin (20/9), setelah tuntutan mereka untuk membatasi produksi mobil dengan mesin pembakaran dalam (ICE) ditolak, dilansir Reuters, Selasa (21/9/2021). 

Pihak BMW dan Daimler mengatakan telah menolak tuntutan tersebut, yang menjadi sebab gugatan ini dibuat. Pada dasarnya, baik BMW dan Daimler telah menetapkan target penurunan emisi dalam internal perusahaannya. 

Daimler pernah menyatakan akan memproduksi kendaraan listrik murni (EV) pada tahun 2030 dan menyediakan opsi kendaan listrik di semua jenis mobilnya pada 2025. 

Sementara BMW menyatakan telah menargetkan setidaknya setengah dari penjualan mobil EV nya terjual pada tahun 2030, dengan langkah pengurangan emisi karbon kendaraan sebesar 40 persen menuju tahun yang mereka tetapkan. 

Keduanya meyakini bahwa target mereka sesuai dengan Perjanjian Paris, yang mengatur perihal pemanasan global. Namun, penggugat berpendapat bahwa target perusahaan tersebut belumlah cukup dalam aturan iklim Jerman dan tidak sesuai dengan anggaran emisi karbon yang ditetapkan oleh Intergovernmental Panel Climate Change (IPCC). 

Dengan memperpanjang kegiatan emisi karbon, perusahaan secara langsung bertanggung jawab atas hak individu yang harus ditanggung di masa depan. 

DUH menginginkan agar kedua perusahaan tersebut mengakhiri produksi mobil yang masih memakai bahan bakar fosil hingga 2030, serta memastikan emisi karbon dari aktivitas mereka tetap terjaga sebelum tenggat waktu yang diberikan.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD