AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Dapat Ganti Rugi dari Pertamina, Warga Sekampung Beli Mobil Baru

ECOTAINMENT
Sindonews
Selasa, 16 Februari 2021 19:45 WIB
Video itu pertama kali diunggah di Tiktok dari account rizkii.02 yang tayang Minggu (14/2/2021) lalu.
Dapat Ganti Rugi dari Pertamina, Warga Sekampung Beli Mobil Baru. (Foto: MNC Media)
Dapat Ganti Rugi dari Pertamina, Warga Sekampung Beli Mobil Baru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Video warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memborong mobil baru viral di media sosial. Video itu pertama kali diunggah di Tiktok dari account rizkii.02 yang tayang Minggu (14/2/2021) lalu.

Alhasil, video tersebut kemudian mendapat respons dari netizen. Kini, video tersebut juga banyak menyebar di Instagram dan menjadi viral.

Informasi yang didapat MNC Portal Indonesia, harga ganti rugi tanah proyek tersebut sebesar Rp680.000 per meter persegi. Ganti rugi di Desa Kaliuntu ternyata ada tiga bidang lahan dari tiga pemilik yang luasnya 0.562 hektare. Kemudian di Desa Wadung ada 42 bidang dengan 37 pemilik, total luasnya mencapai 10.273 meter persegi.

Terakhir, di Desa Sumurgeneng yang baru saja memborong mobil, ada 79 bidang tanah dengan 59 pemilik dengan total luasnya 21.410 meter persegi. Bila dikalikan, maka uang ganti rugi yang masuk ke desa ini mencapai Rp14,6 miliar.

Sejumlah warganet memberikan komentar beragam. Ada yang meminta untuk tidak dikomentari buruk, namun tidak jarang pula yang menyayangkan tindakan warga desa untuk hidup bermewah-mewahan.

"Tukune menek lah teros nyetori pajeke piye kui (Beli lagi lah, terus setor pajaknya gimana itu)," tulis @unda_fs13.

"Tunggu 2-5 tahun ke depan, dadine piye jajal (jadinya gimana)," sahut @itsnarosyidah.

Tapi juga ada yang berharap mendapatkan rezeki seperti yang dialami warga desa tersebut.

"Ya Allah kapan tanahku dituku perusahaan gede, eh yoo lali ra nduwe tanah (eh ya lupa enggak punya tanah)," tulis @yunitasae

Dana ganti rugi yang diterima warga tersebut diberikan Pertamina atas rencananya untuk membangun kilang BBM baru di Tuban. Kilang ini nantinya berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph). Ditargetkan, kilang baru ini mulai beroperasi pada 2026 mendatang.

Pembayaran lahan masyarakat untuk kilang Tuban ini sudah selesai pada 10 Desember 2020 lalu. Adapun izin prinsip lahan Perhutani oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sudah terbit pada 12 Januari 2021.

Hingga 29 Januari 2021 tercatat kemajuan desain teknis dasar (Basic Engineering Design/BED) mencapai 98,8%. Proyek Kilang Tuban ini merupakan bagian dari program mega proyek kilang Pertamina yang terdiri dari Refinery Development Master Plan (RDMP) dan kilang baru (Grass Root Refinery/ GRR).

Melalui mega proyek kilang tersebut, perseroan menargetkan peningkatan kapasitas kilang BBM menjadi total sekitar 1,4 juta bph pada 2027 mendatang dari saat ini sekitar 1 juta bph dengan total investasi diperkirakan mencapai sekitar USD43 miliar atau sekitar Rp602 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per USD). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD