Kondisi ini adalah kondisi akut di mana paru-paru tiba-tiba meradang, bahkan harus menggunakan ventilator.
“Ada satu kondisi akut yang terkenal namanya EVALI. Parunya tiba-tiba meradang secara hebat, cepat, bahkan harus masuk ventilator,” ujarnya.
Selain itu, vape juga disebut dapat meningkatkan risiko paru kempes atau pneumotoraks akibat terbentuknya kerusakan pada jaringan paru. Sebagai contoh, dr. Jaka mengungkapkan pernah mengetahui kasus seorang atlet MMA yang mengalami paru kempes meski rutin berolahraga karena memiliki kebiasaan menggunakan vape.
“Paru itu seperti balon kanan kiri. Zat-zat kimia dari vape bisa menyebabkan kerusakan dan bolong sehingga akhirnya harus dioperasi dan dipasang selang,” jelasnya.
“Orang mikir olahraga tapi ngevape enggak apa-apa, yang penting balance. Ternyata enggak ngaruh. Paru kita rusak-rusak aja, jebol-jebol aja. Mungkin otot kuat, imun oke, tapi paru tetap bisa rusak,” pungkasnya.
(Nadya Kurnia)