sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kuliner Viral Jadi Daya Tarik, Blok M Masuk Daftar Destinasi Favorit Wisman Malaysia

Ecotainment editor Mei Sada
15/09/2026 15:20 WIB
Wisatawan mulai tertarik pada pengalaman kuliner yang lebih lokal.
Kuliner Viral Jadi Daya Tarik, Blok M Masuk Daftar Destinasi Favorit Wisman Malaysia. (Foto: Istimewa)
Kuliner Viral Jadi Daya Tarik, Blok M Masuk Daftar Destinasi Favorit Wisman Malaysia. (Foto: Istimewa)

IDXChannelWisata kuliner kini tak lagi identik dengan restoran mewah atau hidangan terkenal. Makanan lokal yang sederhana, tempat makan yang tersembunyi, hingga jajanan yang mendadak viral di media sosial justru semakin menarik bagi wisatawan.

Perubahan itu terlihat dari munculnya berbagai tren kuliner dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari fenomena kimpul hingga ramainya kawasan Blok M

Kementerian Pariwisata melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari perubahan cara wisatawan, khususnya generasi muda, dalam mencari pengalaman kuliner.

Founder Indonesia Gastronomy Network, Vita Datau, mengatakan tren kuliner sebaiknya dibiarkan berkembang mengikuti preferensi wisatawan. Menurutnya, setiap orang memiliki selera berbeda sehingga tujuan wisata kuliner pun bisa sangat beragam.

“Ada yang suka makanan yang memang misalnya pedas, dia akan mengarah ke tempat Manado misalnya,” kata Vita dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Selasa (15/9/2026).

Namun, di tengah perubahan selera tersebut, Vita melihat ada satu kecenderungan yang semakin kuat, yakni wisatawan mulai tertarik pada pengalaman kuliner yang lebih lokal.

Makanan atau tempat makan yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar kini bisa ditemukan oleh wisatawan dari berbagai daerah setelah muncul di media sosial.

Menurut Vita, kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi daerah-daerah yang selama ini belum banyak dikenal sebagai destinasi kuliner.

“Tren-tren yang hadir di Indonesia saat ini karena generasi Gen Z dan karena digital, ya, itu sangat menguntungkan. Artinya, daerah-daerah tersembunyi itu bisa kita dapatkan dari media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, bahkan melihat kecenderungan wisatawan saat ini bergerak ke arah “semakin lokal semakin istimewa”. 

Menurutnya, makanan yang terlalu mainstream justru mulai ditinggalkan oleh sebagian generasi muda yang ingin menemukan sesuatu yang lebih unik dan berbeda.

“Semakin lokal semakin istimewa, semakin ada di sekitar kita semakin dicari,” kata Made.

Menariknya, tren tersebut tidak hanya terjadi di daerah atau pada makanan tradisional. Kawasan perkotaan seperti Blok M juga menjadi contoh bagaimana destinasi kuliner bisa tumbuh dari kombinasi antara lokalitas, keragaman makanan, dan kekuatan media sosial.

Made mengatakan Blok M bahkan tidak hanya populer di kalangan wisatawan domestik, tetapi juga mulai dikenal wisatawan mancanegara. Bahkan ia menyebut bahwa Blok M menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup diminati dan menjadi top of the list wisatawan Malaysia yang datang ke Jakarta.

“Blok M adalah salah satu destinasi yang cukup diminati dan top of the list jika wisatawan Malaysia datang ke Jakarta,” ujarnya.

Menurut Made, wisatawan Malaysia yang datang ke Blok M dapat menemukan beragam makanan Indonesia, baik makanan tradisional maupun kuliner yang lebih baru.

Perubahan ini membuat gastronomi Indonesia memiliki ruang yang jauh lebih luas. Gastronomi tidak lagi hanya berbicara mengenai makanan yang disajikan di restoran, tetapi juga pengalaman menemukan makanan, tempat, budaya, hingga cerita di baliknya.

(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement