sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pendapatan Nike Tembus Rp197 Triliun Ditopang Bisnis Grosir dan Pemulihan Tarif

Ecotainment editor Febrina Ratna Iskana
01/07/2026 09:41 WIB
Pendapatan dan laba Nike yang disesuaikan pada kuartal keempat melampaui perkiraan Wall Street.
Pendapatan Nike Tembus Rp197 Triliun Ditopang Bisnis Grosir dan Pemulihan Tarif. (Foto: AP Photo)
Pendapatan Nike Tembus Rp197 Triliun Ditopang Bisnis Grosir dan Pemulihan Tarif. (Foto: AP Photo)

IDXChannel – Pendapatan dan laba Nike yang disesuaikan pada kuartal keempat melampaui perkiraan Wall Street. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis grosir dan keuntungan satu kali terkait tarif, meskipun bisnis langsung ke konsumennya tetap berada di bawah tekanan.

Produsen pakaian olahraga ini melaporkan pendapatan kuartal keempat sebesar USD11  miliar atau sekitar Rp197 triliun, di atas perkiraan rata-rata analis sebesar USD10,85 miliar.

Hasil tersebut memberikan beberapa bukti bahwa strategi pemulihan CEO Elliott Hill mulai membuahkan hasil, tetapi kemungkinan tidak akan sepenuhnya meredakan kekhawatiran investor setelah hampir dua tahun tidak ada kemajuan yang merata.

Investor semakin tidak sabar untuk pemulihan penjualan yang berkelanjutan, terutama di China, di mana permintaan tetap lemah. Selain itu, divisi Converse terus mencatat penurunan pendapatan yang tajam.

Meskipun kedua bisnis tersebut sebagian besar berkinerja sesuai dengan ekspektasi pada kuartal tersebut, analis kemungkinan akan tetap fokus pada apakah Nike dapat menerjemahkan peningkatan dalam bisnis grosir menjadi profitabilitas pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.

Adapun laba Nike yang disesuaikan mencapai USD20 sen per saham, melampaui perkiraan sebesar USD12 sen per saham. Berdasarkan laporan, laba per saham yang terdilusi adalah USD72 sen, termasuk keuntungan USD52 sen dari pemulihan tarif yang diharapkan berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).

Secara keseluruhan, pendapatan Nike secara kuartalan turun 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan grosir naik 4 persen menjadi USD6,6 miliar, mengimbangi penurunan 7 persen pada pendapatan Nike Direct menjadi USD4,1 miliar karena penjualan digital turun 12 persen dan penjualan di toko milik perusahaan turun 7 persen.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement