AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Penyalahgunaan Data Pribadi, Kominfo Ingatkan Bahaya Fitur Stiker Add Yours di Instagram

ECOTAINMENT
Intan Rakhmayanti Dewi
Rabu, 24 November 2021 12:02 WIB
Fitur stiker Add Yours di Instagram Stories belakangan sedang ramai dibicarakan karena ternyata menjadi celah keamanan data bagi pengguna.
Fitur stiker Add Yours di Instagram Stories belakangan sedang ramai dibicarakan
Fitur stiker Add Yours di Instagram Stories belakangan sedang ramai dibicarakan

IDXChannel - Fitur stiker Add Yours di Instagram Stories belakangan sedang ramai dibicarakan karena ternyata menjadi celah keamanan data bagi pengguna.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengingatkan potensi bahaya dari fitur Add Yours ini yakni adanya modus kejahatan siber dengan teknik social engineering.

Melalui akun Instagram-nya Kemenkominfo mengatakan informasi di Add Yours yang diminta dan dibagikan jika dikumpulkan bisa menjadi kumpulan data pribadi.

"Data pribadi yang tersebar ke dunia maya berpeluang untuk disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab," tulis mereka di caption postingan.

Social engineering sendiri adalah teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu secara sukarela.

Social engineering juga bisa dilakukan melalui telepon dengan mengaku sebagai costumer service atau staf instansi bidang keuangan suatu perusahaan, mereka akan meminta data pribadi korban.

Bisa juga dengan mengirimkan link tautan melalui aplikasi pesan atau email yang mengarahkan korban ke website phising atau aplikasi untuk penyalahgunaan data pribadi.

Kominfo menjelaskan para pelaku social engineering ini mengincar data pribadi korban untuk mendapatkan berbagai akses ilegal seperti rekening bank, dompet digital, hingga mendaftarkan korban ke aplikasi-aplikasi ilegal seperti peminjaman uang ilegal dengan mengatasnamakan data pribadi korban.

Perlu diketahui inilah beberapa data pribadi yang dapat disalahgunakan dan jangan sampai secara sadar dibagikan ke media sosial:

Nama lengkap
Nama semasa kecil
Nama ibu
Nomor identitas
Alamat pribadi
Data biometrik (sidik jari, scan retina dan lain-lain)
SIM
Nomor paspor
Plat nomor kendaraan
Alamat internet protokol

Untuk menghindari penipuan Kemenkomifo menyarankan masyarakat jangan mudah tergiur dengan hal-hal yang sedang tren. Jangan sebar atau memberikan data pribadi kepada siapapun.

"Yuk, gunakan media sosial secara bijak." ajak mereka. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD