AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Studi Sebut Vaksinasi Covid-19 Berkaitan dengan Menstruasi

ECOTAINMENT
Rizky Pradita Ananda
Sabtu, 08 Januari 2022 17:10 WIB
Studi penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 ternyata memiliki kaitan dengan siklus menstruasi.
Vaksin Covid-19
Vaksin Covid-19

IDXChannel - Studi penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksinasi COVID-19 ternyata memiliki kaitan dengan siklus menstruasi.

Seperti dilapor NY Post, Sabtu (8/1/2022) dalam studi penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology memperlihatkan bahwa banyak wanita yang sudah divaksinasi COVID-19, mengalami sedikit keterlambatan datang bulan, dengan catatan rata-rata hanya kurang dari satu hari, jika dibandingkan dengan wanita yang tidak divaksinasi.

Para ilmuwan mengambil data dari aplikasi pelacakan kesuburan yang digunakan oleh wanita dari rentang usia 18 hingga 45 tahun yang bukan pemakai kontrasepsi hormonal. Sekitar 2.400 orang peserta berstatus sudah divaksinasi dengan vaksin Pfizer (55 persen), Moderna (35 persen) atau Johnson & Johnson (7 persen). Sisanya 1.500 orang peserta, statusnya tidak divaksinasi dan dimasukkan dalam penelitian sebagai kelompok kontrol.

Para ilmuwan mendapati adanya peningkatan rata-rata siklus mesntruasi pada wanita setelah menerima dosis vaksin pertama adalah 0,64 hari (sekitar 15,36 jam) dan 0,79 hari (sekitar 18,96 jam) setelah mendapatkan vaksin dosis kedua. Tapi, dalam penelitian yang melibatkan 4000 peserta tersebut juga didapati bahwa vaksinasi COVID-19 ini tidak secara substansial mempengaruhi jumlah hari pendarahan.

Alison Edelman, ketua penulis studi mengatakan efek ini diyakini hanyalah sebagai dampak minimal dan sifatnya hanya sementara. Perubahan siklus menstruasi ini diyakini kemungkinan ada hubungannya dengan respon sistem kekebalan tubuh.

“Kita tahu bahwa sistem kekebalan dan sistem reproduksi saling terkait,” kata Alison Edelman.

Pada kelompok perempuan yang sudah divaksinasi, tim peneliti memantau di tiga siklus berturut-turut sebelum vaksinasi dan ditambah tiga lagi pasca vaksin. Sedangkan untuk kelompok kontrol  (non vaksinasi) diamati selama enam siklus berturut-turut secara umum.

Para peneliti mencatat,  bahwa wanita yang mengalami perubahan terbesar dalam siklus periode menstruasinya itu adalah divaksinasi pada awal fase folikular dari siklus menstruasi mereka, yang mana fase ini dimulai sekitar hari keenam, setelah tahap pendarahan.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD