AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Beda dari Warteg Lain, Pelanggan di Warung Ini Bisa Bayar Se-Ikhlasnya

INSPIRATOR
Inin Nastain/Kontributor
Selasa, 11 Januari 2022 14:38 WIB
Aksi sosial dilakukan oleh pasangan suami istri mendermakan hartanya untuk meringankan warga, dalam bentuk 'warung Ikhlas'.
Beda dari Warteg Lain, Pelanggan di Warung Ini Bisa Bayar Se-Ikhlasnya. (Foto: MNC Media)
Beda dari Warteg Lain, Pelanggan di Warung Ini Bisa Bayar Se-Ikhlasnya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Aksi sosial dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) Tri Sutrisna-Nova Norma Hakiki. Pasutri yang tinggaldi Komplek Pesona Majalengka, Kelurahan Munjul, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Jawa Barat itu mendermakan hartanya untuk meringankan warga, dalam bentuk 'warung Ikhlas.'

Untuk memenuhi kebutuhan 'perut' warga yang membutuhkan, mereka menyediakan warung nasi. Namun, dalam menjalankan bisnisnya, mereka tidak menerapkannya secara 'profesional' sebagaimana halnya pelaku usaha warung makan lainnya.

Di warung yang beroperasi di daerah sekitar Bunderan Munjul, konsumen bisa menikmati menu yang disediakan, seperti umumnya warung. Namun, mereka tidak diharuskan membayar sesuai dengan menu yang dinikmatinya.

Ya, konsumen dipersilakan membayar sesuai dengan kadar keikhlasannya masing-masing.

"Inisiatif pribadi saya sama istri. Lebih ke pengen berbagi aja sih. Makanya, tidak ada banderol, seikhlasnya aja," kata Tri saat berbincang di tengah aktivitasnya menjaga warung, Selasa (11/1/2022).

Untuk menu sendiri, warung tersebut menjajakan beberapa pilihan seperti halnya di Warteg. Namun, keberadaan warung milik Tri itu dipastikan tidak akan 'membunuh' rezeki dari pemilik warteg yang ada di sekitarnya.

"Menu ada telur, Oreg, sambel. Ya makanan warteg aja. Makanan juga kita ambil dari warung sekitar. Memberdayakan warteg-warteg yang sekitar aja, tidak masak sendiri. Beli ke Warteg untuk kita jual lagi," kata dia.

Dalam satu hari, jelas dia, tersedia sekitar 100 porsi. Dengan jumlah porsi sebanyak itu, ditargetkan bisa habis dalam durasi 3 jam. Hal itu karena mereka buka dari mulai pukul 11.00 sampai 14.00 WIB.

"Buka jam 11 siang sampai jam 2 siang. Kenapa bukanya jam segitu? Karena nggak mau ngambil market jam sarapan, sama jam sore. Karena itu target market warung-warung yang biasa buka. Kita gak mau ganggu marketnya," jelas istri Tri, Nova.

"Kita juga tiap hari nyiapin 20 porsi buat dibagikan, keliling. Buat tukang parkir, pak ogah," lanjut dia.

Sementara, kendati seikhlasnya, tetapi tidak jarang ditemukan warga yang membayar dengan harga yang tinggi. Hal itu terlihat dari uang yang terkumpul di kotak yang disimpan di warung mereka.

"Ada aja sih yang nggak bayar juga, tapi ya nggak apa-apa. Jan namanya juga warung ikhlas. Ada yang ngasih lebih juga. Pas buka kotak juga ih kok ada 100 ribu an," papar dia.

"Makan di sini teh sama saja beramal. Kalau ada lebihan, kita bagikan ke panti asuhan," lanjut dia.

Sementara, Warung Ikhlas milik Tri-Nova itu buka dari Senin sampai Sabtu. Di tempat yang sekarang, mereka baru buka selama dua hari. Namun, sebelumnya mereka pernah buka pada Juli-Agustus 2021 lalu, di tempat berbeda, yakni sekitar GGM. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD