AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Intip Kisah John Templeton, Pendiri Templeton Growth Fund

INSPIRATOR
Aiq Haidar/SEO
Rabu, 27 Juli 2022 09:03 WIB
Kisah John Templeton pendiri Templeton Growth Fund yang menginspirasi banyak orang. Pria tersebut merupakan investor kawakan yang telah mengeyam kesuksesan.
Intip Kisah John Templeton, Pendiri Templeton Growth Fund (Foto: John Templeton Foundation/templeton.org)
Intip Kisah John Templeton, Pendiri Templeton Growth Fund (Foto: John Templeton Foundation/templeton.org)

IDXChannel - Kisah John Templeton pendiri Templeton Growth Fund yang menginspirasi banyak orang. Pria tersebut merupakan investor kawakan yang telah sukses menciptakan beberapa reksadana terbesar di dunia.

Kesuksesan John templeton diperoleh dari investasi dan usaha yang dijalankan selama ini. Pria kelahiran Winchester, Tennessee, Amerika Serikat ini mendirikan perusahaan yang bernama “Templeton Growth Fund”.

Pendidikan John Templeton 

Universitas Yale menjadi pilihan John untuk menimba ilmu ke jenjang Strata I.  Kala itu John Templeton dipilih menjadi asisten manajer bisnis untuk majalah humor kampusnya. Tak hanya itu, John pun terpilih menjadi anggota di perkumpulan Elihu

Sebagian besar pembayaran uang kuliah dibiayai John dari hasil bermain poker. Berkat bakat yang dimiliki, ia mampu membiayai kuliahnya hingga lulus di tahun 1934 dengan status sebagai sarjana. Setelah kelulusannya di kampus Yale, Nasib baik menimpa John, pasalnya ia menjadi penerima beasiswa Rhodes di Balliol College di Universitas Oxford hingga lulus dan meraih gelar Magister.

Awal membeli saham

Setelah kelulusannya dari kampus, John mendapatkan pekerjaan di New York pada sebuah perusahaan pialang Fenner Beane. Pada tahun 1939 bertepatan dengan pecahnya perang di Eropa, John Templeton membeli 100 saham dari setiap saham Bursa Efek New York  yang diperdagangkan di bawah USD1.

John Templeton  pun  meminjam uang untuk membeli 104 saham, namun dari total itu hanya empat yang berakhir tidak berharga. Lantas setelah berselang empat tahun ia mampu meraup keuntungan dari saham-saham yang dibelinya kala itu.

Sebuah perusahaan konsultan investasi kecil bernama Firma Advisory dibeli John Templeton Pada tahun 1940. Lalu nama perusahaan tersebut diganti menjadi Templeton, Dobrow and Vance, Inc. Perusahaan yang dipegang John tersebut memiliki nilai yang bertumbuh sangat cepat hingga mencapai USD300 juta, saat itu perusahaan John telah memiliki 8 reksa dana.

Mendirikan Perusahaan Templeton Growth Fund

Tahun 1954 menjadi momen dimana Templeton Growth Fund didirikan. Bahkan dua tahun berikutnya pada tahun 1956 John Templeton membentuk beberapa dana khusus yang mencerminkan minatnya pada sains dan teknologi hal tersebut didasari karena meningkatnya minat investor pada dana khusus tersebut.

Belum puas sampai disitu John Templeton juga menciptakan dana kelolaan khususnya dalam industri elektronik, energi nuklir, dan kimia. Pada tahun 1959, Templeton melaksanakan penawaran saham perdana dengan membawahi lima dana kelolaan dengan total investasi lebih dari USD66 juta yang dikelolanya.

Pada tahun 1999 Majalah Money menyebutnya John Templeton sebagai "Pemilih Saham Global Terbaik dan Terbesar Abad Ini". Hal tersebut memiliki alasan karena dirinya menolak analisis teknikal untuk perdagangan saham, ia lebih menyukai analisis fundamental sebagai dasar instrumen investasinya.

Ratu Elizabeth II menganugerahi John Templeton gelar bangsawan knight di tahun 1987 dan mengubah nama menjadi Sir John Templeton. Tak hanya itu ia juga mendapat gelar kebangsawanan karena dianggap sebagai seorang filantropis yang memiliki banyak pencapaian.

Pada tahun 1992 John Templeton memutuskan untuk menjual Templeton Growth Fund untuk mengambil pensiun dari dunia keuangan. Kegiatan filantropisnya berlanjut dengan menjadi ketua Yayasan John Templeton. Perlu diketahui jika John Templeton Foundation miliknya merupakan  salah satu yayasan paling terkenal di dunia yang menyumbangkan sebagian besar dananya untuk penelitian ilmiah.

Demikianlah Kisah John Templeton si pendiri Templeton Growth Fund yang telah kami rangkum dari berbagai sumber. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD