Selama berada di rumah salah satu dosen tersebut, Sulaiman belajar banyak hal, salah satunya dia banyak membaca buku dan menulis. Ketika selesai kuliah, Sulaiman aktif menjadi penulis buku dan sempat mendapatkan penghargaan di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Di samping menulis buku, Sulaiman juga aktif pada kegiatan konservasi lingkungan melalui inovasi pengolahan limbah sampah. Dia bahkan sempat diundang ke luar negeri untuk memperkenalkan inovasinya.
“Saya selalu ikut pelatihan pengolahan sampah, konservasi. Akhirnya, oleh beberapa NGO dari luar negeri itu mengundang saya ke Malaysia, ke beberapa negara, ke beberapa provinsi,” ujarnya.
Dia berharap pengalaman dalam menulis dan konservasi lingkungan bisa di bagi kepada para siswa Sekolah Rakyat. Baginya, tidak ada yang tidak mungkin dengan kemauan dan niat yang kuat.
“Saya selalu menyampaikan, ini lah anak petani. Bisa menulis buku sebanyak itu, bisa keliling Indonesia, bisa diundang di beberapa negara. Tanpa uang, tanpa ngeluarin duit. Nah itu motivasi-motivasi yang saya sampaikan ke mereka bahwa jangan mudah putus asa karena kita orang nggak punya,” pungkasnya.