Setelah lulus kuliah pun Erastus langsung bekerja di bidang perhotelan. Pekerjaan pertamanya adalah busboy, yakni karyawan hotel yang bertugas membersihkan meja makan di restoran hotel setelah sesi sarapan.
Kariernya di bidang perhotelan terus berkembang. Sampai akhirnya Erastus dan Christine mulai berminat untuk membangun hotel sendiri. Keduanya memanfaatkan lahan milik keluarga di Surabaya, yang kebetulan berlokasi di area strategis.
Erastus dan Christine membangun hotel sekaligus menjadi operator, atau mengelola hotel sendiri tanpa kerja sama dengan operator. Sebagai tambahan informasi, operator hotel adalah pihak yang mengelola hotel mulai dari hospitality, produk, dan karakteristik hotel.
Pada tahun awal-awal menjalan bisnis Artotel, Eratus dan Christine hanya membangun dan mengelola tiga hotel. Satu di Surabaya, satu lagi di Jakarta, dan satu lagi di Bali.
“Satu hotel, satu GM. Kemudian animo konsumen kencang, kebetulan waktu itu kami adalah lifestyle hotel boutique pertama. Orang mulai minta ‘Bisa enggak kami pakai brand you untuk operate’, mereka suka desainnya,” tambah Erastus.