Apalagi, bisnis hospitality dan perhotelan memiliki ekosistem yang kompleks, karena semua layanannya terhubung dari depan hingga belakang. Keterhubungan ini bahkan sudah dimulai dari house keeping, kata Erastus.
“House keeping tidak tepat waktu, akhirnya customer check-in tidak tepat waktu, lalu complain. Atau engineering tidak beres, lalu AC mati, service F&B baik atau tidak, harga sesuai atau tidak, pemasaran oke atau tidak, semuanya jadi satu siklus,” kata Erastus.
Itulah kisah sukses pendiri Artotel yang berhasil mengelola lebih dari 100 hotel.
(Nadya Kurnia)