sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kisah Sukses Pendiri Artotel, dari Busboy hingga Jadi Operator 100 Hotel Lebih

Inspirator editor Kurnia Nadya
11/10/2024 18:32 WIB
Pekerjaan pertama Erastus di bidang perhotelan adalah busboy, yakni karyawan hotel yang bertugas membersihkan meja makan di restoran hotel.
Kisah Sukses Pendiri Artotel, dari Busboy hingga Jadi Operator 100 Hotel Lebih. (Foto: YouTube/Indonesia Property Channel)
Kisah Sukses Pendiri Artotel, dari Busboy hingga Jadi Operator 100 Hotel Lebih. (Foto: YouTube/Indonesia Property Channel)

Artotel memang mendesain hotel-hotelnya dengan beragam karya seni, terutama seni kontemporer. Sejak dulu Erastus dan Christine ingin mengangkat seniman-seniman lokal. Budget yang dialokasikan untuk para seniman yang berkontribusi biasanya 2 persen dari total nilai proyek. Para seniman itu membuat lukisan, grafiti, dan patung 3D. 

Lobi hotel menjadi wadah pameran. Namun ruang publik dan kamar hotel pun didesain artistik, dengan mengusung tema seni kontemporer. Sudah pasti hotel seperti ini digemari anak muda. 

Secara tingkatan, hotel-hotel di bawah naungan Artotel adalah hotel bintang 3-4. Namun konsep semua hotel yang dioperasikan oleh Artotel adalah boutique hotel. Dari animo itu, Erastus mulai melebarkan sayap bisnisnya dengan menjadi operator hotel. 

Karena satu dekade silam skema funding dari venture capital belum marak hadir di Indonesia, Artotel berekspansi dengan pendanaan dari modal sendiri. Ekspansi ini pun dilakukan perlahan, sesuai ketersediaan modal perusahaan. 

“Jadi dari 2011-2015 kami adalah property developer, kemudian setelah 2015 baru kami jadi operator,” sambung Erastus. 

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement