Ia optimistis bisnis entoknya dapat berkembang. Mengingat entok adalah unggas yang dapat dipelihara dan dikonsumsi, tentunya akan memiliki pangsa pasarnya tersendiri. Apalagi kini sudah mudah mengirim hewan ke mana-mana.
“Entok itu memang karena saya suka, jadi bisa menekuni, dan ini sudah jadi hobi juga. Saya punya kandang jenis jumbo, kandang jenis rambon,”
Entok rupanya bernilai jual cukup tinggi, satu ekor bisa dijual dengan harga ratusan ribu rupiah per ekor. Apalagi masa perawatannya cukup singkat, masa produksinya hanya tujuh bulan saja.
Yusuf mampu mengirim entok dan telur hingga luar pulau. Lima tahun lebih ia menekuni bisnis ini, akhirnya ternak entoknya menghasilkan cuan. Ia mampu membeli mobil, membiayai pernikahannya sendiri.
“Target selanjutnya bangun rumah, yang penting mau belajar, rajin, dan tekun. Jangan gampang menyerah biar bisa berkembang. Ke depannya saya rencana pengin punya indukan 500 ekor lebih,” katanya.