AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Sasar Pasien Covid yang Isoman, Pengusaha Salad Buah Ini Raup Rp25 Juta per Hari

INSPIRATOR
Avirisda M/Kontributor
Senin, 20 September 2021 11:23 WIB
Perempuan bernama Alvi Yunita ini menjual salad buah yang begitu laris di tengah Covid-19.
Perempuan bernama Alvi Yunita ini menjual salad buah yang begitu laris di tengah Covid-19. (Foto: Avirisda)
Perempuan bernama Alvi Yunita ini menjual salad buah yang begitu laris di tengah Covid-19. (Foto: Avirisda)

IDXChannel - Perempuan di Jember menuai cuan jutaan di tengah pandemi Covid-19. Perempuan bernama Alvi Yunita ini menjual salad buah yang begitu laris diminati masyarakat. 

Omzet penjualan salad buah ini meningkat drastis selama pandemi Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Menyematkan merk Salad Buah Alvi, sang pemilik Alvi Yunita mengombinasikan buah - buahan segar. Setiap harinya bahkan ia selalu menyajikan buah - buahan baru agar kandungan asupan gizinya tetap terjaga.

Setiap hari tak kurang puluhan kilogram buah - buahan diolah di tempat jualannya Jalan Karimata, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jember.

Pemilik salad buah Alvi Yunita mengungkapkan, bila mengonsumsi salad buah ditambah mayonaise menjadi tren di kalangan masyarakat saat pandemi Covid-19. Mengingat buah - buahan menjadi salah satu asupan gizi makanan yang mendapat asupan imunitas atau daya tahan tubuh.

"Salad ini kan makanan yang segar dan fresh juga bergizi. Karena kandungan buah-buahannya itu," ungkap Alvi Yunita, melalui sambungan telepon pada Senin pagi (20/9/2021)

Alhasil karena kesegarannya inilah beberapa masyarakat di Kabupaten Jember memilih mengonsumsi salad buah buatan Alvi. Dirinya memang setiap hari selalu mengontrol kualitas buah - buahan yang jadi bahan baku salad terus dilakukan. Bahkan tak jarang Alvi terpaksa membuang buah - buahan yang tak layak dikonsumsi, demi menjaga kualitas saladnya.

"Tentunya kualitas yang kami jaga, salad kan bahan dasarnya buah. Jadi ya buah-buahan yang kita gunakan harus yang berkualitas. Contoh untuk buah pir, yang kita pakai yang kualitasnya bagus yakni dengan istilah buah century, jadi dipilih yang terbaik. Kemudian strawbery, jeruk, dan anggur, yang semua sudah lolos kualitas dan ketat memilihnya, keruknya bahkan pakai jenis sunkist (kualitas bagus)," paparnya.

Tak ayal karena kualitasnya inilah banyak masyarakat yang membeli salad buah produknya. Bahkan selama peningkatan kasus Covid-19 di Jember, Alvi rutin menyuplai salad buah beberapa konsumennya yang terpapar Covid-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri (isoman). Hasilnya sejumlah pelanggannya bisa kembali sembuh dan tak sampai menjalani perawatan di rumah sakit.

"Membantu untuk (masyarakat) mencari informasi tentang salad buah yang saya jual. Apalagi warga isoman, itu sasaran saya. Saat PPKM (darurat) itu juga banyak yang isoman kami suplai," tuturnya.

Selama PPKM darurat diberlakukan pihaknya sengaja mengemas salad sedemikian rupa untuk para pelanggannya yang menjalani isoman. Hal ini agar kualitas salad buahnya tetap terjaga segar.

"Makanan saladnya kami siapkan sedemikian rupa kami packing bungkus dan take away. Alhamdulillah itu meyakinkan para konsumen saat pandemi Covid-19 tinggi justru orderan kami semakin banyak," jelasnya.

Harga salad buahnya yang tergolong murah mulai Rp 12.500 untuk satu kemasan kecil menjadikan masyarakat memudahkan menjangkaunya.

"Dijual paling murah Rp 12.500 per cup kecil, meski murah kita tetap menjaga kualitas salad yang kita produksi. Itu yang penting," katanya.

Alhasil produk salad buahnya kini diminati banyak masyarakat, tak hanya di daerah Jember saja, namun juga beberapa wilayah di luar Jember.

"Promosi dan pemasarannya sampai di Probolinggo, Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi, dan kota lainnya yang dekat dengan Jember," jelasnya.

Dengan pemasaran produk yang luas menjadikan salad buahnya bisa menghasilkan cuan tak kurang Rp 25 juta per harinya dan ratusan juta rupiah sebulannya. Kini dengan pendapatan dan peningkatan pemasaran saladnya, Alvi Yunita bisa memberdayakan 25 orang. Para pekerja ini biasanya juga mengantarkan pesanan yang dibeli oleh para konsumen di beberapa daerah tersebut.

"Syukur Alhamdulillah omset kita bisa sampai Rp 25 juta per hari dari penjualan salad ini. Jadi ya kurang lebih ratusan juta per bulan. Alhamdulillah kita mempekerjakan 25 orang pegawai. Sekaligus dengan driver (pengantar pesanan salad), yang nantinya langsung mengirimkan pesanan kepada konsumen," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD