AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Sempat Jadi Gelandangan, Pria Ini Kini Jadi Miliarder dan Punya 100 Properti

INSPIRATOR
Intan Afika Nuur Aziizah
Senin, 08 November 2021 12:36 WIB
Pria yang kerap tidur di bangku taman menjadi gelandangan itu berhasil menjadi miliarder setelah pindah ke Amerika Serikat.
Nick Mocuta (Mirror)
Nick Mocuta (Mirror)

IDXChannel - Seorang pria tunawisma asal Rumania tengah menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, pria yang kerap tidur di bangku taman menjadi gelandangan itu berhasil menjadi miliarder setelah pindah ke Amerika Serikat.

Melansir dari situs Mirror, Senin (8/11/2021), pria tersebut bernama Nick Mocuta. Kisahnya bermula ketika usianya masih 21 tahun dan memutuskan untuk pindah ke Amerika. Meski tak begitu fasih berbahasa Inggris, Nick tetap berangkat ke Los Angeles.

Nick pindah dari Rumania ke Amerika dengan membawa uang hadiah dari neneknya sebesar 367 poundsterling atau sekitar Rp7,1 juta saja. Tak berhasil menemukan apartemen yang murah, lulusan bisnis ini menghabiskan berminggu-minggu tidur di bangku di taman umum. Bahkan, hampir tak mampu untuk membeli makanan.

"Taksi pertama yang kupakai untuk pergi ke kota menghabiskan biaya USD100 (Rp1,4 juta) dan aku hanya punya Rp5,7 juta tersisa. Aku mengalami culture shock. Aku tidak akan melupakannya," kata Nick Mocuta.

"Saya tunawisma di LA, tidur di bangku di taman dan makan dengan anggaran yang sangat kecil,” lanjutnya.

Tak lama kemudian, Nick mendapatkan pekerjaan menjadi valet di Los Angeles sambil menabung untuk deposit di sebuah flat kecil. Seiring berjalannya waktu, Nick semakin lancar berbahasa Inggris. Ia bahkan berhasil mendapat lisensi sebagai broker real estate.

Pada tahun 2013, Nick memutuskan untuk mencoba bisnis baru. Ia menjual peralatan elektronik dan pelindung HP yang diimpor dari China ke eBay. Dari langkah inilah Nick mulai memperoleh banyak uang. Ia berhasil menghasilkan sekitar USD3.000 hingga USD4.000 (Rp43 hingga 57 juta) per bulan.

"Aku tumbuh besar dalam keluarga di mana ayahku adalah akuntan dan ibuku adalah guru, jadi sekolah adalah hal nomor satu yang menjadi fokusku saat tumbuh besar. Tapi setelah lulus, aku pindah ke Amerika dengan hasrat melakukan lebih," ujarnya.

Melihat kesuksesan tersebut, dia pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai broker dan fokus pada bisnisnya sendiri. Kemudian, Nick berhasil membangun bisnis e-commerce miliknya sendiri. Ia bahkan memiliki beberapa toko online di platform ternama seperti Amazon dan Walmart. Tidak hanya itu, pendapatan Nick kini bertambah menjadi USD40 juta atau sekitar Rp573 miliar.

"Aku rasa alasan kenapa aku sukses adalah aku tidak takut kalah, hanya mencoba. Aku sangat gigih dan tidak pernah menyerah. Aku jatuh tujuh kali, aku bangun delapan kali," ujarnya.

Mantan pria tunawisma itu sekarang memiliki 100 properti di Amerika dan Rumania. Ia juga memiliki empat mobil mewah, di antaranya adalah Bentley Continental dan Mercedes GT S63 AMG.

Sayangnya, sang nenek meninggal dunia sebelum Nick membalas jasanya. Di sisi lain, Nick sudah membelikan orangtua serta saudaranya sebuah rumah untuk mereka masing-masing.

Kini, Nick berkomitmen untuk membantu orang lain dan membuka komunitas mentoring bagi orang-orang yang ingin memulai bisnis online di platform e-commerce. Ia bahkan tanpa ragu menawarkan dana untuk membeli saham pertama mereka.

"Ini adalah bisnis keluarga untukku, tidak ada yang lebih baik dibanding membantu orang-orang untuk bebas secara finansial sehingga mereka punya lebih banyak waktu untuk keluarga. Kebahagiaan di wajah mereka membuatku ingin bekerja lebih keras untuk mereka," pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD