Meski demikian, CGS menilai masih ada sejumlah sektor dan saham yang relatif lebih tahan terhadap tekanan.
CGS menyarankan investor untuk selektif memilih saham dengan kepemilikan asing rendah, eksposur dolar AS yang terbatas, serta karakter defensif, seperti valuasi murah dan dividend yield tinggi.
Sektor yang dinilai lebih resilien antara lain rokok, unggas, transportasi, jalan tol, utilitas, serta beberapa saham logam tertentu.
IHSG Turun Tajam
Tekanan pasar sendiri tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok tajam hingga memicu penerapan trading halt pada lanjutan sesi II perdagangan Rabu (28/1/2026).
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat merosot 8,00 persen ke level 8.261,79 pada pukul 13.43 WIB, sebelum perdagangan dihentikan selama 30 menit dan dibuka kembali pada pukul 14.13 WIB.