IHSG kemudian ditutup melemah 7,35 persen di posisi 8.320,56. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp45,43 triliun dengan volume perdagangan 57,78 miliar saham.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 41 saham yang menguat, sementara 787 saham turun dan 130 saham stagnan.
Tekanan jual terutama menyasar saham-saham konglomerasi yang lekat dengan narasi MSCI, serta perbankan besar yang tercakup dalam indeks global tersebut, seiring investor, termasuk asing, bergegas mengurangi risiko (risk-off).
Michael menilai tekanan tersebut dipicu oleh ketidakpastian terkait metodologi MSCI, khususnya dalam perhitungan kapitalisasi pasar yang sangat bergantung pada free float.
“Karena dalam threshold MSCI, perhitungan market cap didasari dari free float,” kata Michael.