Sementara itu, CGS memperkirakan jika MSCI menerapkan diskon sekitar 20 persen melalui mekanisme discount multiplier, dana pasif yang keluar dari pasar saham Indonesia bisa mencapai sekitar USD2 miliar atau setara Rp33,40 triliun.
Risiko yang lebih ekstrem adalah potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market, yang dapat memicu arus keluar dana pasif hingga mendekati USD10 miliar atau sekitar Rp167 triliun.
Dengan ketidakpastian yang diperkirakan masih berlangsung hingga pengumuman MSCI berikutnya mendekati Mei 2026, pasar dinilai berpotensi mengalami tekanan berkepanjangan.
Dalam kondisi ini, investor diimbau lebih selektif dan fokus pada saham-saham yang dinilai mampu bertahan di tengah volatilitas tinggi.
Peringatan MSCI
Keputusan terbaru tersebut disampaikan dalam pengumuman resmi MSCI Global Standard Indexes pada Selasa (27/1/2026) malam waktu setempat atau Rabu dini hari waktu Indonesia.