AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Ada Peningkatan Produksi di Pabrik China, Pendapatan Tesla Naik Jadi USD13,76 Miliar

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 21 Oktober 2021 06:20 WIB
Pendapatan naik menjadi USD13,76 miliar dari USD8,77 miliar setahun sebelumnya. Analis memperkirakan pendapatan sekitar USD13,63 miliar
Ada Peningkatan Produksi di Pabrik China, Pendapatan Tesla Naik Jadi USD13,76 Miliar  (FOTO:MNC Media)
Ada Peningkatan Produksi di Pabrik China, Pendapatan Tesla Naik Jadi USD13,76 Miliar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Tesla Inc pada hari Rabu mengalahkan ekspektasi Wall Street untuk pendapatan kuartal ketiga, padahal pembuat mobil listrik itu sedang mengatasi kekurangan global yang berkepanjangan dari chip dan bahan baku. 

Dikutip dari reuters, Tesla mengatakan pihaknya bertujuan untuk meningkatkan produksi pada kuartal keempat dari kuartal sebelumnya. 

"Besarnya pertumbuhan akan ditentukan sebagian besar oleh faktor luar. Berbagai tantangan, termasuk kekurangan semikonduktor, kemacetan di pelabuhan dan pemadaman bergilir, telah memengaruhi kemampuan kami untuk menjaga pabrik tetap berjalan dengan kecepatan penuh," kata perusahaan itu seperti dikutip Kamis (21/10/2021). 

Tesla, pembuat mobil paling berharga di dunia, telah melewati pandemi dan krisis rantai pasokan global lebih baik daripada para pesaingnya, membukukan rekor pendapatan untuk kuartal kelima berturut-turut pada periode Juli hingga September, didorong oleh peningkatan produksi di pabriknya di China. 

Dipimpin oleh miliarder Elon Musk, Tesla menghadapi tantangan untuk mempertahankan pertumbuhannya dalam menghadapi kekurangan chip yang berkepanjangan, dengan pabriknya memulai produksi di Berlin dan Texas tahun ini. 

Adapun Saham Tesla, naik sekitar 23% tahun ini, turun sekitar 0,6% dalam perdagangan yang diperpanjang pada Rabu malam. 

Pendapatan naik menjadi USD13,76 miliar dari USD8,77 miliar setahun sebelumnya.  Analis memperkirakan pendapatan sekitar USD13,63 miliar, menurut data IBES dari Refinitiv. 

Margin kotor otomotif Tesla, tidak termasuk kredit lingkungan, naik menjadi 28,8%, dari 25,8% pada kuartal sebelumnya. 

Tesla telah menaikkan harga di Amerika Serikat, yang membantu meredam dampak biaya rantai pasokan, kata para analis. 

"Harga jual rata-rata (ASP) kendaraan Tesla lebih tinggi dari yang diharapkan dan pasar AS mendorong itu," kata Gene Munster, Managing Partner di perusahaan modal ventura Loup Ventures, seorang investor di Tesla.  

Tesla mengatakan upaya pemotongan biaya yang sedang berlangsung membantu melawan penurunan ASP yang berasal dari penjualan kendaraan dengan harga lebih rendah seperti Model 3 dan Model Y. 

Tesla juga telah memangkas biaya dengan menggunakan lebih banyak suku cadang China termasuk baterai. Perusahaan membukukan penjualan yang kuat di China, di mana pabriknya di Shanghai telah melampaui pabrik Tesla di Fremont, California, dalam hal produksi.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD