UOB Kay Hian melihat SUPA sebagai penantang yang mulai mengikuti pola serupa melalui ekosistem Grab, OVO, dan Emtek. Dengan sekitar 7 juta pengguna, SUPA membukukan pertumbuhan kredit 60 persen, simpanan 89 persen, serta laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) sebesar 130 persen.
Manajemen SUPA menargetkan ROE di kisaran belasan persen pada 2027 serta aset Rp100 triliun dalam lima hingga tujuh tahun, dari Rp27 triliun pada semester I-2026.
Namun, ekspansi tersebut masih menghadapi kendala pada sisi pendanaan.
Rasio current account savings account (CASA) SUPA baru sekitar 22 persen dari total simpanan, sementara biaya dana diperkirakan mencapai sekitar 7 persen atau menjadi yang tertinggi di antara bank digital yang dibandingkan.
ARTO Punya Dana, Tantangannya Menyalurkan Kredit
Berbeda dengan SUPA, ARTO dinilai telah berhasil membangun basis nasabah dan liabilitas, tetapi masih menghadapi pertanyaan mengenai kemampuan menghasilkan aset kredit yang lebih berkualitas.
Pada semester I-2026, ARTO memiliki 20,1 juta nasabah dan menghimpun simpanan Rp27,6 triliun. Porsi CASA mencapai 53 persen. Selain itu, sekitar 3,6 juta pengguna ARTO juga terhubung dengan platform investasi Bibit dan Stockbit.