BBYB Perlu Kembali Tumbuhkan Kredit
Sementara itu, BBYB dinilai memiliki ruang yang besar untuk kembali bertumbuh. Loan to deposit ratio (LDR) bank tersebut hanya sekitar 58 persen, sedangkan capital adequacy ratio (CAR) mencapai sekitar 50 persen.
Artinya, tantangan utama BBYB bukan kekurangan likuiditas ataupun modal, melainkan bagaimana mengubah kelebihan dana dan modal tersebut menjadi kredit yang memberikan imbal hasil sesuai risiko.
Manajemen menargetkan kredit mencapai Rp8 triliun pada akhir 2026, yang berarti membutuhkan pertumbuhan sekitar 13 persen pada semester II-2026.
Pertumbuhan tersebut diharapkan berasal dari penyaluran melalui fintech dan perusahaan multifinance, seiring manajemen secara bertahap melonggarkan credit scoring yang sebelumnya terlalu ketat.
Strategi ini dinilai lebih sehat dibandingkan ketergantungan pada Akulaku. Kanal tersebut memang menghasilkan effective yield sekitar 64 persen, tetapi harus berhadapan dengan biaya kredit yang tinggi, yakni sekitar 31 persen.