Sementara itu, BBYB menjadi opsi dengan valuasi paling murah, yakni sekitar 5,9 kali PE 2026F dan 0,7 kali PBV. Namun, valuasi tersebut mencerminkan tingginya risiko akibat kontraksi kredit, biaya kredit yang masih tinggi, serta ketidakpastian struktur kepemilikan.
Spekulasi mengenai perubahan kepemilikan BBYB mendapat dorongan setelah Akulaku memperoleh persetujuan untuk secara bertahap mengurangi kepemilikannya hingga maksimal 30 persen. Di saat yang sama, Gozco Capital telah meningkatkan kepemilikannya menjadi 10,53 persen.
Usulan OJK untuk menghapus klasifikasi KBMI 1 juga dinilai dapat membuka opsi konsolidasi lebih lanjut. Meski demikian, belum ada transaksi penjualan kendali ataupun calon pembeli yang telah dikonfirmasi.
Pada akhirnya, UOB Kay Hian menilai prospek ketiga saham tersebut akan sangat bergantung pada eksekusi.
Kondisi ekonomi yang memburuk, risiko pelaksanaan strategi, perubahan regulasi, serta aksi korporasi yang tidak terealisasi atau justru tidak memberikan manfaat kepada pemegang saham minoritas menjadi risiko utama.