AEI menggarisbawahi bahwa kesiapan setiap perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan aturan baru sangat beragam. Oleh karena itu, AEI mengharapkan adanya fleksibilitas serta masa transisi yang cukup agar stabilitas pasar tetap terjaga selama proses perbaikan berlangsung.
Selain itu, AEI berharap reformasi ini tidak hanya sekadar menambah beban kepatuhan (compliance) bagi emiten, tetapi juga dibarengi dengan pemberian insentif yang menarik.
Langkah ini dinilai krusial agar perusahaan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas tata kelola (GCG) dan keterbukaan informasi.
Dengan demikian, AEI mengingatkan bahwa tujuan akhir dari reformasi ini seharusnya adalah membangun pasar modal yang sehat secara fundamental dan adil bagi seluruh pelaku usaha nasional. AEI menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani dialog antara emiten dengan regulator.
Dukungan AEI ini menjadi angin segar bagi pemerintah pasca-pengunduran diri sejumlah petinggi otoritas keuangan, sekaligus memperkuat fondasi rencana demutualisasi bursa, dan penguatan peran investor institusi yang tengah digodok oleh kementerian terkait.
(Febrina Ratna Iskana)