sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Agenda Reformasi Bursa Efek Ditargetkan Rampung Maret 2026, Kenaikan Free Float Bertahap

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
03/03/2026 17:00 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan agenda reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) rampung Maret 2026 sesuai rekomendasi MSCI.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan agenda reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) rampung Maret 2026 sesuai rekomendasi MSCI. (Foto: iNews Media Group)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan agenda reformasi Bursa Efek Indonesia (BEI) rampung Maret 2026 sesuai rekomendasi MSCI. (Foto: iNews Media Group)

Sedangkan untuk agenda kebijakan baru free float, Hasan menjelaskan secara bertahap dalam kurun waktu sekitar 3 tahun. OJK menargetkan jumlah emiten yang il memenuhi ketentuan bisa mencapai 15 persen untuk tahun pertama. Sementara dalam waktu 3 tahun, jika emiten belum memenuhi ketentuan free float 15 persen maka BEI akan memberikan notasi khusus untuk penanda. 

Hasan menambahkan, saat ini proporsi emiten yang telah memenuhi ketentuan tersebut masih berada di kisaran 60 persen. Dengan demikian, terdapat potensi peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen dari sisi jumlah emiten pada tahun pertama.

"Dari sisi market cap dan jumlah emiten, kita targetkan mungkin totalnya akan mencapai sekitar 75 persen yang bisa kita dorong ke 15 persen di tahun pertama, dari total 960 emiten. Sekarang itu masih di angka 60-an persen, jadi ada peningkatan sekitar 10–15 persen dari sisi jumlah," ujar Hasan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement