Justini memaparkan, pos penjualan aset properti menyumbang porsi terbesar yakni Rp3,5 triliun dari total penjualan dan pendapatan usaha per September 2026. Nilai ini melesat lebih dari dua kali lipat jika dikomparasikan dengan perolehan Rp1,7 triliun pada kurun waktu yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, pendapatan berulang (recurring income) tercatat sebesar Rp894,1 miliar, terkoreksi dari Rp988,8 miliar pada posisi September 2025. Pergeseran kontribusi pendapatan berulang ini dipengaruhi oleh pelepasan aset Deli Park Medan yang berdampak langsung terhadap susunan portofolio perseroan.
“Kami terus mengevaluasi peluang bisnis secara selektif, dengan mempertimbangkan potensi permintaan dan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, portofolio Perseroan dapat memberikan kontribusi optimal sekaligus menjaga daya saing bisnis,” ujar Justini.
Penguatan performa keuangan APLN juga tampak nyata pada posisi likuiditas serta arus kas operasional. Per 30 September 2026, saldo kas dan setara kas perseroan bertengger di angka Rp1,1 triliun atau naik 28,4 persen dibandingkan Rp844,0 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Arus kas neto dari aktivitas operasional perseroan pun berhasil berbalik positif menyentuh Rp1,4 triliun, dari posisi minus Rp60,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan signifikan ini didorong oleh peningkatan realisasi penerimaan kas dari konsumen yang mencapai Rp4,7 triliun, melesat dari Rp2,6 triliun pada tahun lalu.