“Kami terus menjaga disiplin pengelolaan keuangan untuk memastikan likuiditas tetap terjaga dan kebutuhan operasional terpenuhi. Bagi kami, pertumbuhan yang sehat tidak hanya tercermin dari peningkatan penjualan, tetapi juga dari kemampuan menghasilkan arus kas dan mengelola sumber daya secara efektif,” tuturnya.
Mengenai pencapaian pemasaran, APLN membukukan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp878 miliar di luar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga pengujung September 2026. Kontribusi terbesar penjualan tersebut disumbang oleh proyek Podomoro Park Bandung, Podomoro City Deli Medan, serta Parkland Podomoro Karawang.
Berbekal pengalaman lebih dari 56 tahun di industri properti Tanah Air, APLN konsisten memprioritaskan proyek-proyek potensial, mempertahankan standar kualitas bangunan, serta menyesuaikan strategi pemasaran dengan dinamika kebutuhan konsumen.
“Kami percaya konsumen akan selalu memilih aset properti yang berkualitas, mampu memenuhi kebutuhan gaya hidup mereka dan pastinya nilai aset tersebut terus bertumbuh setiap tahun. Tiga aspek itulah yang selalu menjadi prioritas APLN menghadirkan produk-produk properti di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)