Hingga akhir kuartal III-2025, Agung Podomoro tercatat memiliki utang berbunga sebesar Rp5,54 triliun. Perusahaan properti itu tengah melakukan restrukturisasi utang melalui divestasi aset.
Dalam lima tahun terakhir, utang berbunga Agung Podomoro terus menyusut. Pasalnya, pada 2021, utang perseroan mencapai Rp10 triliun.
Sementara itu, hingga 30 September 2025, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp56 miliar. Hal ini sejalan dengan pendapatan perseroan yang turun menjadi Rp2,6 triliun.
Adapun beban bunga yang dibayarkan sepanjang sembilan bulan pertama mencapai Rp311 miliar. Angka tersebut turun bila dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp502 miliar.
(Rahmat Fiansyah)