AALI
9850
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1470
ACST
284
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1170
ADMF
8075
ADMG
173
ADRO
1200
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
925
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
72
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3340
AKSI
0
ALDO
885
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.66
-0.2%
-0.97
IHSG
5965.76
-0.17%
-10.15
LQ45
888.93
-0.17%
-1.49
HSI
28515.76
0.34%
+97.78
N225
29391.19
2.01%
+578.56
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,856
USD/IDR 14,435
Emas
829,817 / gram

Akhirnya, OJK Keluarkan Izin Bank Syariah Indonesia

MARKET NEWS
Hafid Fuad/Koran Sindo
Rabu, 27 Januari 2021 18:00 WIB
OJK telah menerbitkan izin untuk PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai entitas perbankan. BSI merupakan hasil penggabungan dari tiga bank milik Himbara.
Akhirnya, OJK Keluarkan Izin Bank Syariah Indonesia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan izin untuk PT Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai entitas perbankan. BSI merupakan hasil penggabungan dari tiga bank milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, Anto Prabowo mengatakan pihaknya telah meresmikan izin Bank Syariah Indonesia. 

“OJK mengeluarkan surat resmi dengan Nomor : SR-3/PB.1/2021 perihal Pemberian Izin Penggabungan PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah ke dalam PT Bank BRIsyariah Tbk serta Izin Perubahan Nama dengan Menggunakan Izin Usaha PT Bank BRIsyariah Tbk Menjadi Izin Usaha atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai Bank Hasil Penggabungan,” ungkap Anto di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Anto menambahkan, setelah terbitnya izin dari OJK, BSI akan melakukan perubahan anggaran dasar di Kementerian Hukum dan HAM serta di Bursa Efek Indonesia.

"Selanjutnya Bank Syariah Indonesia akan melakukan pengurusan perubahan anggaran dasar di Kemenkumham dan perubahan/pencatatan saham  di Bursa Efek Indonesia," ujar Anto.

Sebelumnya, Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely mengatakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk Melalui merger, diharapkan skala cakupan dan layanan perbankan syariah bisa semakin menjangkau masyarakat. Terlebih lagi, Bank Syariah Indonesia akan beroperasi dengan mengandalkan keberadaan 1.200 cabang dan 20 ribu lebih pekerja yang tersebar di seluruh Tanah Air.

“Diharapkan dalam peta perbankan di Indonesia BSI akan menduduki ranking 7 atau 8 berdasarkan skala asetnya. Secara global, Bank Syariah Indonesia akan menjadi satu dari top 10 global bank yang islamic. Kemudian efisiensi biaya terhadap pendapatan secara kolektif, normally akan membaik jika skala aset perbankan syariah ini disatukan. Harapannya adanya konsolidasi, rasio biaya terhadap pendapatan ini bisa menurun ke 45 persen hingga 50 persen,” ujar Nawal.

Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas juga berharap proses konsolidasi Bank Syariah Indonesia di 2021 akan berjalan lancar. “It’s a journey and it’s important. Di masa sekarang memang seharusnya konsolidasi dilakukan untuk memperkuat posisi masing-masing player di perbankan, agar bisa menjaga relevansi product offering ke nasabah maupun menjaga governance dari implementasi ekspansi BSI,” pungkas Nawal. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD