Sektor minyak dan gas mencatat lonjakan paling tajam, dari kontraksi 28 persen menjadi tumbuh 95 persen. Sementara itu, sektor agrikultur berbalik dari minus 14 persen menjadi tumbuh 18 persen, dan pertambangan naik dari 1 persen menjadi 21 persen.
Di sektor tambang, emiten mineral seperti PT ANTAM (Persero) (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) menjadi kontributor utama percepatan.
Sektor ritel consumer discretionary tetap mencatat pertumbuhan solid, dari 29 persen menjadi 32 persen, didorong pemulihan belanja gaya hidup masyarakat menengah-atas setelah sempat tertekan akibat gejolak sosial atau aksi demo pada kuartal III-2025.
Selain itu, sektor rokok dan unggas juga mencatat pertumbuhan tinggi masing-masing 79 persen dan 67 persen, melanjutkan tren positif seiring dukungan kebijakan pemerintah.
Di sisi lain, sektor perbankan masih menunjukkan kinerja solid dengan pertumbuhan laba 10 persen pada kuartal I-2026, meski sedikit melandai dari kuartal sebelumnya.