Dalam keterbukaan informasi, perseroan akan menerbitkan maksimal 8,28 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Aksi korporasi ini setara 26,83 persen dari modal ditempatkan setelah rights issue.
Dana yang dihimpun hampir seluruhnya akan digunakan untuk mengakuisisi 61,86 persen saham JLA milik PT Adiprotek Envirodunia (AE), sementara sisanya dialokasikan untuk modal kerja.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi JGLE untuk kembali mengonsolidasikan JLA, pengelola Jungleland Adventure Theme Park di Sentul.
Sebelumnya, kepemilikan perseroan terdilusi akibat masuknya investor strategis saat pandemi, yang membantu memperbaiki struktur keuangan anak usaha tersebut.
Manajemen menilai akuisisi ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan.