AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Ancaman Keras AS dan Wabah Covid-19 Baru di China, Harga Minyak Ikut Tertekan

MARKET NEWS
Oktiani Endarwati
Senin, 26 Juli 2021 14:48 WIB
Harga minyak bergerak bearish akibat potensi memanasnya tensi antara AS dan China, di mana AS mengancam untuk memberi tindakan keras pada entitas China.
Ancaman Keras AS dan Wabah Covid-19 Baru di China, Harga Minyak Ikut Tertekan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Harga minyak bergerak bearish akibat potensi memanasnya tensi antara Amerika Serikat (AS) dan China, di mana AS mengancam untuk memberi tindakan keras pada entitas China usai membeli minyak Iran, ditambah lonjakan kasus Covid-19 di Asia yang mengancam pemulihan permintaan bahan bakar.

Research & Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Yoga Tirta, mengatakan, AS sedang mempertimbangkan untuk menindak penjualan minyak Iran ke China karena ada kemungkinan Iran tidak melanjutkan pembicaraan nuklir, atau mengadopsi kebijakan lebih keras di bawah kepemimpinan Ebrahim Raisi, Presiden baru Iran, yang akan menjabat pada 5 Agustus mendatang, kata seorang pejabat AS.

"Ancaman dari AS tersebut berpotensi menekan penjualan minyak Iran karena China merupakan importir terbesar minyak Iran. Namun, di sisi lain hal itu juga berpotensi memanaskan hubungan AS dengan China, yang dapat memicu masalah baru di tengah upaya pemulihan ekonomi global saat ini," ujarnya dalam siaran pers, Senin (26/7/2021).

Sementara itu, peningkatan kasus Covid-19 di Asia masih terus membayangi pemulihan permintaan bahan bakar. China pada hari Jumat melaporkan wabah baru Covid-19 di lima provinsi yang diduga berasal dari kota Nanjing, China timur.

Indonesia pada hari Minggu mengumumkan untuk memperpanjang pembatasan hingga 2 Agustus mendatang di tengah peningkatan kematian akibat Covid-19. Korea Selatan pada hari Minggu mengatakan akan memperketat aturan jarak sosial di sebagian besar negara minggu ini, memperingatkan bahwa gelombang Covid-19 terburuknya mungkin menyebar lebih jauh di musim liburan musim panas.

"Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak akan berada dalam kisaran Resistance di IDR 1.060.000-1.080.000 per barel serta kisaran Support di IDR 1.020.000-1.000.000 per barel," jelasnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD